Longsor Bebatuan di Lembah Anai Putuskan Akses Padang-Bukittinggi
- account_circle REZA.Y
- calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
- print Cetak

ZONAKINI.COM – Akses lalu lintas di Jalan Nasional Padang-Bukittinggi melalui kawasan Lembah Anai terpaksa ditutup sementara setelah longsoran bebatuan dari tebing menutupi badan jalan, Rabu (24/6/2026) siang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB di kawasan Nagari Singgalang, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Titik longsor berada di salah satu tikungan jalur Lembah Anai yang selama ini dikenal rawan bencana, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah batu berukuran besar jatuh ke badan jalan dan menghalangi arus kendaraan dari kedua arah. Tak lama setelah longsor pertama terjadi, material batu masih terus berjatuhan dari tebing sehingga kondisi di sekitar lokasi dinilai belum aman untuk dilalui.
Petugas kepolisian yang berada di lokasi segera melakukan pengamanan dan menutup sementara jalur tersebut guna menghindari risiko terhadap pengguna jalan.
Anggota Satlantas Polres Padang Panjang, Aiptu Indra S, mengatakan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan melalui jalur Lembah Anai diminta untuk sementara menggunakan rute alternatif hingga kondisi dinyatakan aman.
“Cuaca masih mendung setelah hujan dan material di tebing masih berpotensi bergerak. Untuk sementara jalur belum dapat dilalui kendaraan,” ujarnya.
Penutupan akses menyebabkan antrean kendaraan di sejumlah titik, terutama di portal masuk jalur Lembah Anai dari arah Padang Panjang. Banyak pengendara memilih menunggu karena rute pengganti yang tersedia memiliki jarak tempuh lebih jauh.
Salah seorang pengendara, Maulana (33), mengaku memilih bertahan di lokasi sambil menunggu perkembangan situasi. Warga Pekanbaru itu berencana menuju Kota Padang bersama keluarganya untuk berwisata.
“Kami menunggu informasi terbaru karena jika harus memutar melalui jalur lain, jaraknya cukup jauh,” katanya.
Untuk mempercepat penanganan, petugas bersama pekerja proyek perbaikan jalan mengerahkan alat berat ke lokasi longsor. Namun hingga sore hari, proses pembersihan belum dapat dilakukan secara maksimal karena masih terdapat pergerakan tanah dan batu dari bagian atas tebing.
Kepala Satlantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, menyebutkan pihaknya belum dapat memastikan kapan jalur tersebut kembali dibuka.
“Kondisi tebing masih labil dan material longsor masih bergerak. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama sebelum akses dibuka kembali,” katanya.
Sementara itu, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan dari Padang menuju Bukittinggi maupun sebaliknya disarankan menggunakan jalur alternatif. Pengendara dapat memilih rute Padang–Pariaman–Sicincin–Malalak–Bukittinggi atau melalui jalur Padang–Sitinjau Lauik–Solok–Padang Panjang–Bukittinggi.
Meski demikian, pengguna jalan tetap diminta meningkatkan kewaspadaan karena kedua jalur alternatif tersebut juga memiliki potensi longsor saat cuaca buruk dan hujan lebat.
Pihak berwenang terus memantau perkembangan situasi di lokasi sambil menunggu kondisi tebing stabil agar proses pembersihan material dapat dilakukan dengan aman dan akses jalan kembali normal.
(red)
- Penulis: REZA.Y
