Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Nelayan Pariaman Andalkan Teknologi Gawai untuk Tentukan Lokasi Penangkapan Ikan

Nelayan Pariaman Andalkan Teknologi Gawai untuk Tentukan Lokasi Penangkapan Ikan

  • account_circle REZA.Y
  • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
  • print Cetak

ZONAKINI.COM, PARIAMAN – Teknologi digital mulai dimanfaatkan nelayan di Kota Pariaman, Sumatera Barat, untuk membantu aktivitas penangkapan ikan di laut. Dengan menggunakan aplikasi pada telepon genggam, nelayan dapat menyimpan titik lokasi yang sebelumnya diketahui memiliki potensi ikan sekaligus memantau kondisi gelombang sebelum melaut.

Kepala Bidang Perikanan dan Kelautan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Zainal, mengatakan penggunaan aplikasi tersebut telah mulai diterapkan oleh sejumlah nelayan, khususnya untuk mencatat lokasi yang pernah mereka datangi saat mencari ikan.

Menurutnya, titik-titik tersebut dapat disimpan melalui aplikasi sehingga nelayan tidak perlu kembali mencari lokasi secara acak ketika hendak melaut. Data yang tersimpan di gawai juga dapat menjadi semacam catatan perjalanan bagi nelayan untuk menentukan lokasi yang akan didatangi kembali.

“Nelayan mengunduh aplikasi. Ketika saya cek di HP mereka, sudah banyak lokasi yang ditandai,” kata Zainal di Pariaman, Jumat (28/8/2026).

Selain menyimpan titik lokasi, aplikasi tersebut juga memberikan informasi mengenai kondisi laut, termasuk perkiraan ketinggian gelombang. Informasi itu dapat menjadi bahan pertimbangan nelayan sebelum memutuskan berangkat ke laut maupun menentukan waktu kembali ke daratan.

Zainal mengatakan dirinya juga menggunakan aplikasi serupa untuk melihat kondisi gelombang. Menurut dia, informasi tersebut cukup membantu karena nelayan dapat mengetahui gambaran kondisi laut sebelum melakukan aktivitas penangkapan.

Salah satu aplikasi yang digunakan nelayan adalah Fishing Points dan dapat di unduh di Play Store. Aplikasi tersebut memungkinkan pengguna menyimpan titik lokasi tertentu dan memperoleh sejumlah informasi pendukung untuk aktivitas di laut.

Meski memberikan kemudahan, pemanfaatan teknologi oleh nelayan Pariaman saat ini masih memiliki keterbatasan. Aplikasi yang digunakan belum mampu memberikan informasi mengenai posisi gerombolan ikan secara langsung.

“Untuk sekarang baru sebatas menandai lokasi tangkapan. Belum sampai bisa memantau keberadaan ikan,” jelas Zainal.

Karena itu, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman berharap teknologi pemantauan laut yang lebih maju dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung sektor perikanan tangkap.

Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah High Frequency (HF) Radar milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang telah dipasang di kawasan pesisir Pariaman.

Teknologi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemantauan kondisi laut dan potensi tsunami. Data yang dihasilkan juga diharapkan dapat mendukung aktivitas kemaritiman, termasuk membantu mengidentifikasi keberadaan gerombolan ikan di wilayah perairan.

Jika pemanfaatannya dapat diterapkan secara optimal untuk sektor perikanan, teknologi tersebut berpotensi membantu nelayan menentukan wilayah penangkapan dengan lebih terukur. Nelayan tidak hanya mengandalkan pengalaman dan perkiraan, tetapi juga dapat mempertimbangkan data mengenai kondisi laut.

Kebutuhan terhadap teknologi ini dinilai penting karena sebagian besar nelayan di Pariaman masih menjalankan aktivitas dengan pola tradisional. Di sisi lain, jumlah produksi perikanan tangkap di daerah tersebut mencapai sekitar 6.500 ton per tahun.

Dengan dukungan informasi yang lebih akurat, nelayan diharapkan dapat mengurangi waktu pencarian ikan, menghemat penggunaan bahan bakar, serta meningkatkan peluang mendapatkan hasil tangkapan. Pada saat yang sama, informasi mengenai kondisi gelombang juga dapat membantu nelayan mengambil keputusan yang lebih aman sebelum berangkat.

Sebelumnya, BMKG telah meresmikan HF Radar Array di Kota Pariaman sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pemantauan kemaritiman sekaligus meningkatkan perlindungan masyarakat pesisir dari potensi bencana tsunami.

Kepala BMKG RI Teuku Faisal Fathani mengatakan HF Radar tersebut memiliki jangkauan hingga sekitar 150 kilometer. Perangkat dipasang di dua lokasi di Sumatera Barat untuk memperoleh informasi mengenai kondisi perairan.

Indonesia saat ini memiliki empat unit HF Radar. BMKG berharap jumlah perangkat tersebut dapat terus bertambah dan ditempatkan di berbagai wilayah strategis.

Bagi Pariaman, keberadaan teknologi pemantauan laut tersebut memiliki peluang untuk memberikan manfaat yang lebih luas. Tidak hanya mendukung sistem peringatan dini bencana, tetapi juga dapat dikembangkan untuk membantu nelayan memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam aktivitas penangkapan ikan.

Pemanfaatan teknologi pada akhirnya diharapkan mampu mempertemukan pengalaman nelayan dengan data ilmiah. Dengan begitu, aktivitas melaut dapat dilakukan secara lebih efisien, produktif, dan tetap memperhatikan faktor keselamatan. (*)

  • Penulis: REZA.Y

Rekomendasi

  • Hadapi Ancaman Tsunami, Padang Perkuat Simulasi dan Pengecekan EWS

    Hadapi Ancaman Tsunami, Padang Perkuat Simulasi dan Pengecekan EWS

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Editor
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Zonakini.com- Pemerintah Kota Padang terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dengan menggelar simulasi gempa bumi dan tsunami, sekaligus melakukan pengecekan keaktifan Early Warning System (EWS). Kepala Pelaksana BPBD Padang, Hendri Zulviton, mengatakan bahwa pengecekan sirine peringatan dini dilakukan secara rutin setiap bulan untuk memastikan seluruh perangkat berfungsi optimal. “Kita selalu mengecek keaktifan sirine gempa tsunami […]

  • TNI Hormati Proses Hukum Dugaan Korupsi Program MBG, Kolonel Budi Utomo Masih Didalami

    TNI Hormati Proses Hukum Dugaan Korupsi Program MBG, Kolonel Budi Utomo Masih Didalami

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle REZA.Y
    • visibility 52
    • 0Komentar

    ZONAKINI.COM – Markas Besar (Mabes) TNI memberikan tanggapan terkait dugaan keterlibatan salah satu perwira aktif TNI Angkatan Darat, Kolonel Cpl Budi Utomo, dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah diusut Kejaksaan Agung. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Muhammad Nas menegaskan institusinya menghormati seluruh proses hukum yang saat ini sedang […]

  • Cekcok Keluarga Berujung Maut di Gunung Sarik, Pria Tewas Ditusuk Kerabat

    Cekcok Keluarga Berujung Maut di Gunung Sarik, Pria Tewas Ditusuk Kerabat

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Editor
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Zonakini.com– Insiden berdarah terjadi di kawasan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Selasa (28/4/2026) siang. Seorang pria bernama Hari Zanto tewas setelah terlibat cekcok dengan pelaku berinisial A yang masih memiliki hubungan kekerabatan. Kasubnit Opsnal Satreskrim Polresta Padang, Ipda Ryan Fermana, menjelaskan bahwa peristiwa bermula dari perselisihan terkait jaga malam dan aktivitas […]

  • Prabowo Bahas Stabilitas Ekonomi dan Investasi Global Bersama DEN

    Prabowo Bahas Stabilitas Ekonomi dan Investasi Global Bersama DEN

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Editor
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Zonakini.com- Prabowo Subianto menerima Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka, Selasa (21/4/2026), untuk membahas kondisi ekonomi nasional di tengah dinamika global. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menilai aktivitas ekonomi dalam negeri masih terjaga. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan untuk mengantisipasi dampak konflik global terhadap stabilitas ekonomi. Sejumlah langkah strategis turut dibahas, termasuk upaya menjaga daya beli masyarakat […]

  • OJK Masih Awasi 16 Pinjaman Online dengan Tingkat Kredit Macet di Atas Batas Aman

    OJK Masih Awasi 16 Pinjaman Online dengan Tingkat Kredit Macet di Atas Batas Aman

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle REZA.Y
    • visibility 55
    • 0Komentar

    ZONAKINI.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih memberikan pengawasan intensif terhadap 16 penyelenggara pinjaman daring (pindar) yang memiliki tingkat wanprestasi lebih dari 90 hari (TWP90) di atas ambang batas 5 persen. Meski demikian, jumlah perusahaan yang masuk kategori tersebut mulai berkurang dibandingkan bulan sebelumnya. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan […]

  • MacBook atau Laptop Windows 2026, Mana yang Lebih Layak Dibeli? Kenali Kelebihan dan Kekurangannya

    MacBook atau Laptop Windows 2026, Mana yang Lebih Layak Dibeli? Kenali Kelebihan dan Kekurangannya

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle REZA.Y
    • visibility 96
    • 0Komentar

    ZONAKINI.COM – Memilih laptop pada 2026 bukan perkara sederhana. Banyaknya pilihan perangkat dengan spesifikasi dan harga yang beragam membuat calon pembeli perlu lebih cermat sebelum menentukan pilihan. Dua pilihan yang paling sering dibandingkan adalah MacBook dan laptop berbasis Windows. Keduanya menawarkan keunggulan masing-masing, baik dari sisi performa, desain, daya tahan baterai, sistem operasi, hingga ekosistem […]

expand_less