Hadapi Ancaman Tsunami, Padang Perkuat Simulasi dan Pengecekan EWS
- account_circle Editor
- calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
- print Cetak

Zonakini.com- Pemerintah Kota Padang terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dengan menggelar simulasi gempa bumi dan tsunami, sekaligus melakukan pengecekan keaktifan Early Warning System (EWS).
Kepala Pelaksana BPBD Padang, Hendri Zulviton, mengatakan bahwa pengecekan sirine peringatan dini dilakukan secara rutin setiap bulan untuk memastikan seluruh perangkat berfungsi optimal.
“Kita selalu mengecek keaktifan sirine gempa tsunami setiap sebulan sekali,” ujarnya kepada Diskominfo, Minggu (26/4/2026).
Ia menjelaskan, pengecekan EWS secara berkala dilakukan setiap tanggal 26. Khusus April ini, BPBD Padang juga memusatkan kegiatan simulasi atau drill gempa dan tsunami di tiga sekolah melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
“Evakuasi vertikal dan horizontal dilakukan di SMPN 1 Padang, SMPN 25, serta SMPN 7,” jelasnya.
Dalam simulasi tersebut, evakuasi vertikal dilakukan dengan mengarahkan siswa menuju titik aman di lantai paling atas bangunan sekolah. Sementara evakuasi horizontal dilakukan dengan bergerak menuju Tempat Evakuasi Sementara (TES) yang telah ditentukan.
Menurut Hendri, kegiatan drill kali ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 yang dipusatkan di Banda Aceh.
“Setiap tahun kita selalu melakukan kesiapsiagaan bencana. Kita juga pernah menjadi tuan rumah HKB pada tahun 2025 lalu,” ungkapnya.
Selain simulasi, BPBD Padang juga memastikan seluruh perangkat EWS milik pemerintah kota dalam kondisi aktif. Saat ini, terdapat 32 unit sirine gempa dan tsunami yang tersebar di berbagai titik strategis.
“Kita rutin memeriksa seluruh EWS. Jika ada yang tidak aktif, langsung diperbaiki. Kita tidak ingin kecolongan saat terjadi bencana,” tegasnya.
Puluhan EWS tersebut tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya fasilitas pendidikan, tempat ibadah, kawasan permukiman, hingga fasilitas umum seperti pelabuhan dan perkantoran. Upaya ini dilakukan guna memastikan peringatan dini dapat menjangkau masyarakat secara luas dan cepat.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemko Padang berharap kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi gempa dan tsunami semakin meningkat, sehingga risiko korban jiwa dan kerugian dapat diminimalkan.
- Penulis: Editor
- Editor: Redaksi
