HP Sudah 5G tapi Sinyal Tetap 4G? Ini Penyebab yang Perlu Dicek
- account_circle REZA.Y
- calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
- print Cetak

Zonakini.com – Memiliki smartphone yang sudah mendukung jaringan 5G tidak otomatis membuat koneksi seluler selalu berada di jaringan 5G. Pada kondisi tertentu, pengguna Telkomsel tetap bisa melihat indikator 4G meskipun perangkat yang digunakan sudah mendukung teknologi generasi terbaru tersebut.
Situasi ini sebenarnya cukup umum dan tidak selalu menunjukkan adanya kerusakan pada smartphone. Ada beberapa persyaratan yang harus terpenuhi sebelum perangkat dapat tersambung ke jaringan 5G Telkomsel.
Telkomsel menyebut setidaknya ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan, mulai dari ketersediaan jaringan di lokasi pengguna, kemampuan perangkat, kartu SIM, aktivasi layanan 5G pada nomor, hingga pengaturan jaringan di smartphone.
Jaringan 5G Belum Tersedia di Lokasi Pengguna
Faktor pertama yang perlu diperiksa adalah lokasi. Jangkauan 5G masih lebih terbatas dibandingkan jaringan 4G sehingga tidak semua wilayah yang memiliki sinyal Telkomsel otomatis mendapatkan layanan 5G.
Ketika smartphone berada di luar area yang sudah mendapatkan jaringan 5G, perangkat akan menggunakan jaringan 4G/LTE yang tersedia. Hal ini dilakukan agar pengguna tetap memperoleh koneksi internet meskipun sinyal 5G tidak tersedia.
Telkomsel terus memperluas cakupan 5G secara bertahap. Pengguna dapat mengecek peta cakupan jaringan untuk mengetahui apakah wilayah tempat mereka berada sudah mendapatkan layanan 5G.
HP Mendukung 5G, tetapi Band-nya Tidak Sesuai
Label 5G pada spesifikasi smartphone juga belum menjadi jaminan perangkat dapat digunakan pada jaringan 5G semua operator.
Setiap operator dapat menggunakan kombinasi frekuensi atau band tertentu. Karena itu, perangkat harus memiliki dukungan terhadap band yang digunakan jaringan operator.
Hal ini perlu mendapat perhatian khusus bagi pengguna yang membeli smartphone versi global, impor, atau perangkat dari luar negeri. Bisa saja perangkat tersebut mendukung 5G, tetapi tidak kompatibel dengan frekuensi yang digunakan Telkomsel di Indonesia.
Salah satu frekuensi yang digunakan Telkomsel untuk layanan 5G adalah band n40 pada 2.300 MHz. Karena itu, dukungan perangkat terhadap frekuensi yang digunakan operator perlu diperiksa sebelum menyimpulkan bahwa jaringan 5G mengalami masalah.
Layanan 5G pada Nomor Belum Aktif
Masalah juga dapat berasal dari sisi nomor yang digunakan. Smartphone mungkin sudah mendukung 5G dan berada di lokasi yang memiliki cakupan 5G, tetapi layanan 5G pada nomor tersebut belum aktif.
Telkomsel menyediakan mekanisme pengecekan profil 5G bagi pelanggan. Status tersebut perlu diperiksa untuk memastikan nomor yang digunakan memang telah mendapatkan akses layanan 5G.
Jika profil 5G belum aktif, perangkat dapat tetap menggunakan jaringan 4G meskipun secara teknis smartphone sudah mendukung 5G.
Kartu SIM Harus Mendukung Layanan 5G
Jenis kartu yang digunakan juga menjadi salah satu faktor penting. Untuk menikmati layanan 5G, Telkomsel mensyaratkan penggunaan USIM atau eSIM.
Namun, pengguna yang sudah menggunakan kartu 4G berjenis USIM tidak perlu mengganti kartu hanya karena ingin beralih ke 5G. Kartu tersebut tetap dapat digunakan selama persyaratan lain untuk mendapatkan layanan 5G telah terpenuhi.
Dengan demikian, mengganti kartu SIM bukan selalu solusi ketika indikator jaringan masih menunjukkan 4G.
Pengaturan Jaringan Smartphone Masih Mengarah ke 4G
Pengaturan pada smartphone juga tidak boleh dilewatkan. Perangkat yang mendukung 5G bisa saja tetap terkunci pada jaringan 4G apabila pilihan jaringan yang digunakan belum mengaktifkan 5G.
Pada sebagian besar perangkat Android, pengaturan tersebut dapat ditemukan melalui menu jaringan seluler. Nama menu dapat berbeda tergantung merek dan versi sistem operasi, tetapi biasanya terdapat pilihan seperti Preferred Network Type atau Jenis Jaringan.
Pengguna dapat memilih opsi yang menyediakan 5G, seperti 5G Auto atau 5G On, jika pilihan tersebut tersedia.
Sementara pada iPhone, pengaturan jaringan dapat diperiksa melalui Settings, kemudian Cellular, Cellular Data Options, lalu Voice & Data. Pilihan 5G Auto atau 5G On dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Fitur penghemat baterai juga perlu diperiksa. Pada perangkat tertentu, mode penghemat daya dapat memengaruhi penggunaan jaringan atau membuat perangkat memilih koneksi yang lebih hemat energi.
Mengapa Jaringan 5G Bisa Kembali Menjadi 4G?
Pengguna yang sebelumnya sudah mendapatkan sinyal 5G mungkin juga pernah melihat indikator berubah kembali menjadi 4G. Kondisi tersebut tidak selalu berarti layanan 5G mengalami gangguan.
Smartphone pada umumnya akan memilih jaringan yang tersedia dan paling sesuai dengan kondisi sinyal. Ketika pengguna bergerak keluar dari wilayah yang memiliki cakupan 5G, perangkat dapat otomatis berpindah ke 4G/LTE.
Perpindahan tersebut merupakan mekanisme normal agar koneksi data tetap berlangsung. Jadi, munculnya indikator 4G pada smartphone 5G tidak serta-merta berarti kartu SIM atau perangkat bermasalah.
Langkah yang Bisa Dilakukan
Jika Telkomsel masih menunjukkan jaringan 4G pada smartphone yang sudah mendukung 5G, pemeriksaan dapat dilakukan satu per satu.
Pertama, pastikan lokasi sudah masuk area cakupan 5G Telkomsel. Setelah itu, periksa spesifikasi smartphone dan pastikan perangkat mendukung band 5G yang digunakan operator.
Selanjutnya, pastikan kartu yang digunakan merupakan USIM atau eSIM dan periksa apakah profil 5G pada nomor sudah aktif.
Pengaturan jaringan juga perlu diperiksa. Pastikan pilihan jaringan pada smartphone tidak dibatasi hanya pada 4G/LTE. Jika tersedia, gunakan mode 5G Auto atau 5G On.
Apabila seluruh persyaratan tersebut sudah terpenuhi tetapi perangkat tetap tidak mendapatkan jaringan 5G, pengguna dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut melalui layanan pelanggan atau kanal resmi Telkomsel.
Telkomsel Tambah Spektrum untuk Pengembangan Jaringan
Pengembangan jaringan 5G juga terus dilakukan Telkomsel. Pada Juli 2026, perusahaan memperoleh tambahan spektrum dengan total 100 MHz, yang terdiri dari 2×10 MHz pada pita 700 MHz dan 80 MHz pada pita 2,6 GHz.
Tambahan spektrum tersebut akan dimanfaatkan secara bertahap untuk mendukung penguatan kualitas jaringan dan pengembangan layanan telekomunikasi, termasuk 5G.
Dengan demikian, ketika smartphone 5G masih menampilkan indikator 4G, penyebabnya tidak selalu terletak pada perangkat. Ketersediaan jaringan di lokasi, kompatibilitas frekuensi, status nomor, jenis kartu SIM, dan konfigurasi jaringan pada smartphone semuanya dapat memengaruhi koneksi yang diterima. (zk/r)
- Penulis: REZA.Y
