Video Dompeng Hanyut Viral, Bukti Tambang Emas Ilegal di Sijunjung Belum Berhenti
- account_circle REZA.Y
- calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
- print Cetak

Tangkapan layar dari video yang memperlihatkan satu unit dompeng hanyut di kawasan Silokek.
Zonakini.com – Aktivitas tambang emas ilegal di Kabupaten Sijunjung kembali menjadi sorotan setelah beredarnya video yang memperlihatkan satu unit dompeng hanyut di kawasan Silokek. Video tersebut memicu perhatian masyarakat karena dianggap menjadi bukti bahwa aktivitas penambangan emas tanpa izin masih berlangsung meski sebelumnya disebut telah dilakukan penertiban.
Peristiwa hanyutnya alat dompeng itu terjadi tidak lama setelah musibah longsor maut di lokasi tambang emas ilegal di Kecamatan Koto VII yang menewaskan sembilan penambang. Kejadian tragis tersebut menimbulkan duka sekaligus mempertanyakan efektivitas pengawasan terhadap aktivitas tambang ilegal di wilayah Sijunjung.
Dalam video yang beredar, terlihat alat dompeng terbawa arus sungai yang deras. Kondisi debit air yang meningkat akibat cuaca buruk diduga membuat aktivitas tambang di kawasan aliran sungai menjadi sangat berbahaya.
Masyarakat menilai keberadaan dompeng yang hanyut tersebut menunjukkan aktivitas tambang emas ilegal masih aktif dilakukan di sejumlah titik, termasuk di kawasan Silokek. Padahal sebelumnya sempat beredar informasi adanya penertiban terhadap aktivitas penambangan tanpa izin di daerah tersebut.
Musibah longsor yang terjadi di lokasi tambang emas ilegal di Nagari Guguak, Kecamatan Koto VII, menjadi peringatan serius terhadap risiko aktivitas tambang ilegal. Dalam kejadian itu, sembilan penambang dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun material longsor saat bekerja menggunakan sistem dompeng di area tambang.
Kondisi cuaca ekstrem dan tingginya debit air sungai disebut menjadi faktor yang memperparah risiko di lokasi penambangan. Meski demikian, sejumlah penambang diduga tetap nekat beroperasi demi mencari emas.
Aktivitas tambang emas tanpa izin di Kabupaten Sijunjung memang sudah lama menjadi perhatian. Selain merusak lingkungan, aktivitas tersebut juga dinilai membahayakan keselamatan para pekerja karena dilakukan tanpa standar keamanan yang memadai.
Hingga kini, masyarakat masih menunggu langkah tegas dari pihak terkait untuk menghentikan aktivitas tambang ilegal yang disebut-sebut masih terus beroperasi di beberapa wilayah Kabupaten Sijunjung.
- Penulis: REZA.Y
