Mobil Masuk Jurang Sedalam 40 Meter di Flyover Kelok Sembilan, Dua Korban Berhasil Diselamatkan Tim SAR
- account_circle Abdi Kallon
- calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
- print Cetak

ZONAKINI.COM – Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi dua orang korban yang mengalami kecelakaan setelah mobil yang mereka tumpangi terperosok ke dalam jurang sedalam sekitar 40 meter di kawasan Flyover Kelok Sembilan, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Sabtu (4/7/2026).
Kedua korban berhasil diselamatkan dalam keadaan selamat setelah proses evakuasi yang melibatkan personel dari berbagai instansi.
Berdasarkan laporan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Padang, informasi mengenai kecelakaan diterima dari Koordinator Pos SAR 50 Kota pada pukul 17.46 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, sebanyak lima personel Rescuer Pos SAR 50 Kota langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 17.53 WIB.
Lokasi kecelakaan berada di kawasan Flyover Kelok Sembilan, sekitar 30,5 kilometer dari Pos SAR 50 Kota dengan estimasi waktu tempuh sekitar 45 menit.
Setibanya di lokasi pada pukul 18.45 WIB, tim SAR segera berkoordinasi dengan seluruh unsur yang telah berada di lokasi sebelum memulai proses penyelamatan.
Evakuasi berlangsung menggunakan peralatan khusus mengingat kondisi medan yang cukup terjal. Kendaraan diketahui terjatuh ke jurang dengan kedalaman kurang lebih 40 meter sehingga membutuhkan teknik evakuasi vertikal dan peralatan penyelamatan khusus.
Pada pukul 18.58 WIB, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi kedua korban dalam kondisi selamat. Selanjutnya, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Adnan WD Payakumbuh untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.
Adapun identitas korban yang berhasil diselamatkan yakni Irsa (54), warga Bukittinggi, dan Aris (19), juga warga Bukittinggi. Keduanya merupakan penumpang mobil yang mengalami kecelakaan tersebut.
Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, operasi SAR dinyatakan selesai. Pada pukul 19.05 WIB dilakukan debriefing bersama seluruh unsur yang terlibat sebelum personel kembali ke satuan masing-masing. Basarnas Padang kemudian mengusulkan penutupan Operasi SAR.
Dalam pelaksanaan operasi penyelamatan tersebut, tim menggunakan sejumlah peralatan pendukung, di antaranya satu unit truk personel, peralatan ekstrikasi, perlengkapan mountaineering, alat evakuasi, peralatan medis, serta perangkat komunikasi.
Operasi penyelamatan melibatkan berbagai unsur, yakni Pos SAR 50 Kota sebanyak lima personel, Polres 50 Kota empat personel, Dinas Pemadam Kebakaran delapan personel, PMI enam personel, BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota lima personel, serta enam orang masyarakat yang turut membantu proses evakuasi.
Basarnas Padang melaporkan proses penyelamatan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Kondisi cuaca saat operasi berlangsung juga mendukung dengan cuaca cerah dan kecepatan angin sekitar 3 knot sehingga memudahkan proses evakuasi korban dari dasar jurang. (*)
- Penulis: Abdi Kallon
