Orang Tua Alceo Kirim Surat Terbuka ke Presiden, Minta Investigasi Dugaan Kelalaian Medis
- account_circle Editor
- calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
- print Cetak

Zonakini.com- Duka mendalam dirasakan pasangan orang tua atas meninggalnya anak mereka, Alceo, yang baru berusia 1 tahun 2 bulan. Melalui sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden RI Prabowo Subianto, keluarga meminta adanya investigasi independen terkait dugaan kelalaian dalam pelayanan medis di rumah sakit rujukan pemerintah.
Ayah Alceo, Doris Flantika, menyampaikan bahwa anaknya meninggal dunia setelah menjalani perawatan dengan harapan bisa sembuh. Namun, harapan itu pupus setelah kondisi sang anak tak kunjung membaik hingga akhirnya meninggal dunia.
“Kami tidak menuduh tanpa dasar. Apa yang kami alami secara langsung menimbulkan dugaan kuat adanya kelalaian, mulai dari penanganan awal hingga tindakan lanjutan yang menurut kami tidak sesuai standar kehati-hatian,” ujar Doris.
Dalam surat tersebut, Doris mengungkapkan sejumlah hal yang dinilai tidak didapatkan selama proses perawatan, di antaranya penjelasan medis yang utuh dan transparan, penanganan cepat sesuai kondisi darurat, serta kepastian prosedur yang sesuai standar keselamatan pasien.
Menurutnya, yang dirasakan keluarga justru kebingungan, keterlambatan, hingga akhirnya kehilangan yang mendalam.
“Kami tidak hanya kehilangan anak, tetapi juga dihadapkan pada sistem yang terasa sulit ditembus. Seolah kebenaran harus diperjuangkan sendiri oleh rakyat kecil,” tambahnya.
Melalui surat terbuka itu, Doris memohon kepada Presiden agar memerintahkan investigasi independen terhadap kasus yang dialami keluarganya. Ia juga meminta keterlibatan lembaga berwenang seperti Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia untuk melakukan audit etik dan profesional.
Selain itu, keluarga juga berharap adanya perlindungan bagi pasien dan keluarga dalam mencari keadilan tanpa intimidasi, serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan rumah sakit pemerintah agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami tidak mencari sensasi. Kami hanya mencari keadilan. Kami tidak ingin viral, kami ingin perubahan,” tegas Doris.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit terkait dugaan yang disampaikan keluarga. Kasus ini pun menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
- Penulis: Editor
- Editor: Redaksi
