Transaksi QRIS Capai Rp1,12 Kuadriliun hingga Juni 2026, Pengguna Tembus 65,77 Juta
- account_circle REZA.Y
- calendar_month Senin, 28 Sep 2026
- print Cetak

ZONAKINI.COM – Penggunaan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus berkembang di Indonesia. Hingga semester I 2026, nilai transaksi QRIS tercatat mencapai Rp1,12 kuadriliun.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan pembayaran digital dalam aktivitas ekonomi masyarakat maupun pelaku usaha. Pemerintah juga melihat digitalisasi pembayaran bukan sekadar menghadirkan metode transaksi yang lebih praktis, tetapi dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi nasional.
Analis Kebijakan Ahli Utama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Edwin mengatakan perkembangan digitalisasi perlu memberikan dampak yang lebih luas terhadap kegiatan ekonomi.
“Kita tidak lagi hanya berbicara tentang digitalisasi transaksi, tetapi juga tentang bagaimana konektivitas digital dapat menjadi penggerak produktivitas, perdagangan, investasi, inklusi dan daya saing ekonomi Indonesia,” ujar Rizal Edwin, dikutip Minggu (27/9/2026).
Data hingga akhir Juni 2026 menunjukkan jumlah pengguna QRIS telah mencapai 65,77 juta. Sementara itu, jumlah merchant yang telah menggunakan layanan tersebut mencapai 44,86 juta.
Menariknya, mayoritas merchant dalam ekosistem QRIS berasal dari kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Porsinya mencapai 96,68 persen dari keseluruhan merchant.
Besarnya kontribusi UMKM tersebut membuat perkembangan QRIS tidak hanya berkaitan dengan cara masyarakat membayar barang dan jasa. Perluasan pembayaran digital juga membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk semakin terhubung dengan ekosistem ekonomi formal.
Sepanjang enam bulan pertama 2026, transaksi QRIS tercatat mencapai 12,55 miliar kali. Nilainya mencapai Rp1,12 kuadriliun.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, nilai transaksi tersebut tumbuh 93,92 persen.
Lonjakan tersebut memperlihatkan bahwa QRIS semakin banyak digunakan dalam berbagai aktivitas transaksi. Pembayaran menggunakan kode QR kini tidak hanya ditemukan pada pusat perbelanjaan atau usaha dengan skala besar, tetapi juga semakin mudah dijumpai pada usaha kecil dan UMKM.
Bagi pelaku UMKM, penggunaan sistem pembayaran digital dapat memberikan alternatif selain transaksi menggunakan uang tunai. Konsumen pun dapat melakukan pembayaran menggunakan layanan perbankan maupun dompet digital yang mendukung QRIS.
Pemerintah sendiri menempatkan digitalisasi sebagai salah satu bagian dari upaya mendorong produktivitas dan daya saing ekonomi. Karena itu, peningkatan jumlah pengguna dan merchant QRIS menjadi salah satu indikator berkembangnya infrastruktur transaksi digital di Indonesia.
Dengan jumlah pengguna yang telah mencapai puluhan juta serta merchant yang didominasi UMKM, QRIS kini menjadi bagian yang semakin penting dalam aktivitas pembayaran masyarakat.
Pertumbuhan hampir dua kali lipat secara tahunan pada semester I 2026 juga menunjukkan bahwa pemanfaatan QRIS masih memiliki ruang untuk terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transaksi yang cepat dan praktis. (red)
- Penulis: REZA.Y
