Kartu Pers Diletakkan di Depan Foto, Wartawan Sumbar Doakan 5 Jurnalis yang Hilang
- account_circle REZA.Y
- calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
- print Cetak

Kartu identitas pers menjadi simbol solidaritas wartawan Sumbar bagi lima jurnalis dan tiga awak kapal yang belum ditemukan. ( Foto: Juabdi Nursyah )
ZONAKINI.COM – Kekhawatiran terhadap nasib lima jurnalis dan tiga awak kapal yang masih dalam pencarian di perairan Selat Sunda mengundang solidaritas dari kalangan wartawan di Sumatera Barat.
Para jurnalis di Kota Padang menggelar doa bersama sebagai bentuk dukungan sekaligus harapan agar delapan orang yang hilang saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut segera ditemukan.
Aksi solidaritas berlangsung di Tugu IORA Landmark, Kota Padang, Sabtu (12/9/2026). Sejumlah jurnalis dari berbagai organisasi profesi turut hadir, di antaranya IJTI, PFI, PWI, AJI, serta komunitas jurnalis perempuan.
Kegiatan itu juga dihadiri Katim Klewang, David Wewe, yang merupakan anggota kepolisian sekaligus selama ini menjadi salah satu mitra jurnalis dalam menjalankan tugas di lapangan.
Suasana haru terlihat ketika para wartawan berkumpul untuk memanjatkan doa bagi keselamatan rekan-rekan mereka yang hingga kini belum ditemukan.
Doa tersebut secara khusus ditujukan kepada lima jurnalis dan tiga awak kapal yang masih menjadi bagian dari operasi pencarian tim SAR gabungan di kawasan perairan Selat Sunda.
Tak hanya berdoa, para jurnalis juga melakukan aksi simbolis dengan meletakkan kartu identitas pers di depan foto lima jurnalis yang masih dalam pencarian.
Kartu pers tersebut menjadi simbol solidaritas sesama pekerja media. Di balik aksi sederhana itu tersimpan harapan besar agar seluruh jurnalis dan awak kapal dapat ditemukan dan kembali berkumpul bersama keluarga.
Ketua IJTI Sumbar, Defri Muliadi, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan kepada personel SAR yang masih bekerja melakukan pencarian.
“Semoga aksi doa bersama ini bisa memberikan kekuatan untuk unsur SAR bisa menemukan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang masih dinyatakan dalam pencarian saat peliputan momen Gunung Anak Krakatau erupsi,” kata Defri.
Ia berharap operasi pencarian yang dilakukan tim gabungan segera menemukan titik terang dan memberikan kabar baik kepada keluarga para korban.
Menurut Defri, keluarga tentu menantikan kepastian mengenai keberadaan orang-orang yang mereka cintai.
“Semoga rekan kita ini bisa kembali dengan informasi yang baik, agar bisa kembali berkumpul dengan keluarganya,” ujarnya.
Bagi kalangan pers di Sumatera Barat, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa tugas jurnalistik di lapangan memiliki risiko yang tidak ringan, terutama ketika wartawan harus berada di tengah situasi bencana dan aktivitas alam yang berbahaya.
Karena itu, doa dan solidaritas yang dilakukan para jurnalis di Padang diharapkan menjadi dukungan moral bagi tim SAR sekaligus keluarga yang masih menunggu kabar mengenai keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut. (*)
- Penulis: REZA.Y
