CNG Merah Putih 3 Kg Mulai Diuji Coba, Jadi Alternatif Baru Pengganti LPG untuk Rumah Tangga
- account_circle REZA.Y
- calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
- print Cetak

ZONAKINI.COM – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengembangkan sumber energi alternatif bagi masyarakat. Salah satu langkah yang kini dilakukan adalah menguji coba tabung Compressed Natural Gas (CNG) Merah Putih berkapasitas 3 kilogram yang diproyeksikan sebagai pilihan selain LPG untuk kebutuhan rumah tangga.
Pengujian tersebut dilakukan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas pemanfaatan gas bumi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap LPG.
Desain Berbeda dari Tabung Gas Melon
Dari tampilan fisiknya, tabung CNG Merah Putih memiliki desain yang cukup berbeda dibandingkan tabung LPG 3 kilogram yang selama ini dikenal masyarakat sebagai gas melon.
Tabung ini berbentuk silinder dengan bagian dasar yang rata. Pada bagian atas terdapat pelindung katup (hand guard) berwarna merah, sedangkan bodinya didominasi warna putih. Di sisi tabung terlihat lubang-lubang ventilasi dengan pola menyerupai sarang lebah yang menjadi ciri khas desainnya.
Konstruksi tersebut menunjukkan bahwa tabung memiliki lapisan pelindung luar yang berfungsi menjaga tabung bertekanan tinggi agar tetap aman saat digunakan. Sementara itu, bentuk katupnya juga tampak berbeda dari tabung LPG konvensional, meskipun rincian spesifikasi teknisnya belum diumumkan secara resmi.
Menggunakan Material Komposit yang Lebih Ringan
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa tabung CNG Merah Putih menggunakan teknologi tabung tipe 4.
Jenis tabung ini dibuat dari material plastik atau polimer yang diperkuat dengan komposit serta fiberglass. Kombinasi material tersebut dipilih karena memiliki bobot lebih ringan sekaligus mampu menahan tekanan gas yang jauh lebih tinggi dibandingkan tabung baja yang digunakan pada LPG.
Menurut Laode, penggunaan CNG nantinya tidak akan menyulitkan masyarakat karena kompor LPG yang telah digunakan saat ini tetap dapat dipakai tanpa perlu memasang alat konversi tambahan.
Ia juga menyebut karakteristik api yang dihasilkan CNG dinilai lebih baik, dengan nyala api berwarna biru dan panas yang lebih optimal. Saat ini Lemigas masih terus melakukan berbagai tahapan pengujian, mulai dari uji tekanan hingga pengujian aspek keselamatan lainnya untuk memastikan tabung layak digunakan oleh masyarakat.
Tahap Awal, Pemerintah Impor 100 Ribu Tabung
Untuk mendukung implementasi awal program tersebut, Kementerian ESDM berencana mendatangkan sekitar 100.000 unit tabung CNG 3 kilogram dari China.
Langkah impor dilakukan karena industri dalam negeri saat ini belum memiliki teknologi yang memadai untuk memproduksi tabung komposit bertekanan tinggi seperti yang digunakan pada CNG Merah Putih.
Menurut Laode, pengadaan dari luar negeri hanya dilakukan sebagai tahap awal sambil menunggu kemampuan industri nasional berkembang sehingga nantinya diharapkan dapat memproduksi tabung tersebut secara mandiri.
Sejumlah BUMN Ikut Menyaksikan Proses Pengujian
Proses pengujian tabung CNG Merah Putih di Lemigas turut dihadiri sejumlah perwakilan dari perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor energi dan manufaktur.
Di antaranya adalah PT Pertamina (Persero), PT PGN Tbk, PT Pertamina Patra Niaga, PT Gagas Energi Indonesia, PT Pindad, serta PT Genko.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa pengembangan CNG Merah Putih melibatkan kolaborasi lintas lembaga sebagai bagian dari persiapan menuju implementasi yang lebih luas di masyarakat.
Apabila seluruh tahapan pengujian berjalan sesuai rencana, tabung CNG Merah Putih diharapkan dapat menjadi alternatif energi rumah tangga yang lebih efisien, aman, dan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.
Artikel ini sudah memiliki struktur dan penyusunan kalimat yang berbeda dari sumber aslinya, sehingga lebih orisinal dan nyaman dibaca. Selain itu, artikel juga lebih SEO-friendly karena menggunakan subjudul yang memudahkan pembaca dan mesin pencari memahami isi pembahasan. (red)
- Penulis: REZA.Y
