Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ensiklopedia » 10 Negara dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi di Asia 2026, Indonesia Berada di Posisi Berapa?

10 Negara dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi di Asia 2026, Indonesia Berada di Posisi Berapa?

  • account_circle REZA.Y
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • print Cetak

ZONAKINI.COM – Persoalan pengangguran masih menjadi tantangan di sejumlah negara Asia pada 2026. Tingginya angka pengangguran tidak hanya berkaitan dengan kondisi ekonomi, tetapi juga dapat dipengaruhi konflik, terbatasnya lapangan kerja, investasi, hingga ketidaksesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri.

Tingkat pengangguran sendiri digunakan untuk menggambarkan persentase penduduk yang masuk dalam angkatan kerja tetapi belum memiliki pekerjaan. Angka ini menjadi salah satu indikator yang kerap digunakan untuk melihat kondisi pasar tenaga kerja suatu negara.

Ketika perekonomian tumbuh dan dunia usaha mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja, tingkat pengangguran berpotensi menurun. Sebaliknya, perlambatan ekonomi, konflik, maupun terbatasnya kesempatan kerja dapat membuat jumlah pengangguran meningkat.

Negara dengan Pengangguran Tinggi Didominasi Kawasan Konflik

Jika melihat daftar negara Asia dengan tingkat pengangguran tertinggi pada 2026, sejumlah negara yang berada di posisi teratas menghadapi persoalan konflik dan ketidakstabilan ekonomi.

Palestina menjadi negara dengan angka pengangguran tertinggi dalam daftar tersebut, disusul Yaman, Yordania, Irak, dan Suriah.

Konflik berkepanjangan dapat memberikan dampak besar terhadap pasar tenaga kerja. Kerusakan fasilitas umum dan infrastruktur, terganggunya kegiatan usaha, terbatasnya investasi, hingga perpindahan penduduk dapat mempersempit kesempatan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan.

Namun, faktor konflik bukan satu-satunya penyebab. Di negara lain, tingginya pengangguran juga dapat berkaitan dengan terbatasnya pekerjaan formal, struktur ekonomi, serta kemampuan pasar kerja dalam menyerap tenaga kerja baru.

Berdasarkan data yang dicantumkan dalam sumber WorldStats yang merangkum data dari Bank Dunia dan lembaga internasional lainnya, berikut 10 negara Asia dengan tingkat pengangguran tertinggi pada 2026.

1. Palestina

Tingkat pengangguran: 24,4 persen

Palestina berada di posisi pertama dengan tingkat pengangguran mencapai 24,4 persen.

Kondisi pasar kerja Palestina tidak dapat dilepaskan dari situasi konflik dan berbagai gangguan terhadap aktivitas ekonomi. Ketika kegiatan usaha dan mobilitas masyarakat terganggu, kesempatan untuk memperoleh pekerjaan juga ikut terdampak.

Tingginya pengangguran menunjukkan beratnya tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat di wilayah tersebut.

2. Yaman

Tingkat pengangguran: 17,3 persen

Yaman menempati peringkat kedua dengan tingkat pengangguran sebesar 17,3 persen.

Konflik yang berlangsung dalam waktu panjang memberikan tekanan terhadap aktivitas ekonomi dan kesempatan kerja. Ketidakstabilan juga dapat menghambat investasi serta membuat dunia usaha sulit berkembang secara normal.

3. Yordania

Tingkat pengangguran: 16,5 persen

Yordania berada di posisi ketiga dengan angka pengangguran 16,5 persen.

Tingkat pengangguran yang tinggi menunjukkan adanya tantangan dalam penyerapan tenaga kerja. Persoalan tersebut dapat menjadi semakin kompleks ketika pertumbuhan kesempatan kerja tidak mampu mengikuti pertambahan jumlah penduduk usia produktif.

4. Irak

Tingkat pengangguran: 15,5 persen

Irak berada di urutan keempat dengan tingkat pengangguran mencapai 15,5 persen.

Selain kondisi ekonomi, situasi sosial dan keamanan yang pernah berlangsung di negara tersebut turut menjadi faktor yang memengaruhi perkembangan pasar kerja.

5. Suriah

Tingkat pengangguran: 13,6 persen

Suriah menempati peringkat kelima dengan tingkat pengangguran sebesar 13,6 persen.

Dampak konflik terhadap perekonomian menjadi salah satu persoalan utama. Ketika fasilitas produksi, kegiatan perdagangan, dan berbagai sektor ekonomi mengalami gangguan, penciptaan lapangan pekerjaan pun ikut terhambat.

6. Afghanistan

Tingkat pengangguran: 13,3 persen

Afghanistan berada di posisi keenam dengan tingkat pengangguran 13,3 persen.

Terbatasnya aktivitas ekonomi dan kesempatan kerja menjadi tantangan besar bagi masyarakat. Kondisi tersebut membuat kemampuan perekonomian dalam menyerap tenaga kerja menjadi persoalan yang terus mendapat perhatian.

7. Armenia

Tingkat pengangguran: 12,9 persen

Armenia menempati posisi ketujuh dengan tingkat pengangguran sebesar 12,9 persen.

Angka tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara jumlah tenaga kerja yang tersedia dengan kesempatan kerja yang dapat disediakan perekonomian.

8. Georgia

Tingkat pengangguran: 12,1 persen

Georgia berada di peringkat kedelapan dengan tingkat pengangguran 12,1 persen.

Persoalan ketenagakerjaan tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kemampuan sektor-sektor usaha menciptakan pekerjaan yang sesuai dengan jumlah dan keterampilan tenaga kerja.

9. Lebanon

Tingkat pengangguran: 11 persen

Lebanon berada di posisi kesembilan dengan tingkat pengangguran mencapai 11 persen.

Kondisi ekonomi dan terbatasnya kesempatan kerja menjadi tantangan bagi masyarakat usia produktif. Tingkat pengangguran juga dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan perekonomian dalam menyediakan pekerjaan baru.

10. Nepal

Tingkat pengangguran: 10,5 persen

Nepal melengkapi daftar 10 negara Asia dengan tingkat pengangguran tertinggi, yakni sebesar 10,5 persen.

Berbeda dengan sejumlah negara yang berada di posisi teratas dan menghadapi konflik berkepanjangan, persoalan ketenagakerjaan Nepal dalam sumber tersebut dikaitkan dengan terbatasnya pekerjaan formal dan kesempatan kerja yang layak.

Lalu, Bagaimana Posisi Indonesia?

Indonesia tidak masuk dalam 10 besar negara Asia dengan tingkat pengangguran tertinggi berdasarkan daftar tersebut.

Dalam perbandingan negara Asia Tenggara, Brunei disebut memiliki tingkat pengangguran 5,3 persen dan berada di posisi ke-16 di Asia. Malaysia berada di angka 3,8 persen atau peringkat ke-26, sedangkan Indonesia tercatat 3,2 persen dan berada di posisi ke-31.

Namun, angka tersebut perlu dilihat berdasarkan sumber dan periode pengukuran yang digunakan. Data ketenagakerjaan masing-masing negara tidak selalu menggunakan periode serta metodologi yang sepenuhnya sama.

Dalam data yang dicantumkan pada sumber, Malaysia memiliki tingkat pengangguran sekitar 3 persen pada Juni 2026 dengan jumlah penganggur sekitar 517 ribu orang.

Sementara itu, Indonesia disebut memiliki Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,65 persen dengan jumlah penganggur mencapai sekitar 7,22 juta orang berdasarkan data Sakernas Agustus 2026.

Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa membandingkan tingkat pengangguran antarnegara tidak cukup hanya dengan melihat persentasenya. Periode survei, definisi pengangguran, karakteristik angkatan kerja, serta metode pengumpulan data dapat memengaruhi hasil yang diperoleh.

Mengapa Angka Pengangguran Antarnegara Bisa Berbeda?

Tingkat pengangguran merupakan indikator penting, tetapi tidak selalu menggambarkan seluruh kondisi pasar kerja.

Seseorang yang tidak memiliki pekerjaan belum tentu masuk dalam kategori pengangguran menurut definisi statistik tertentu. Metode pengukuran setiap negara dapat memiliki perbedaan, terutama dalam menentukan siapa yang masuk angkatan kerja dan siapa yang dikategorikan sebagai penganggur.

Selain itu, negara dengan tingkat pengangguran rendah belum tentu seluruh penduduk usia produktifnya memiliki pekerjaan formal dengan pendapatan tinggi. Sebaliknya, angka pengangguran yang tinggi menunjukkan adanya persoalan penyerapan tenaga kerja, tetapi penyebabnya dapat berbeda-beda antara satu negara dengan negara lainnya.

Karena itu, untuk memahami kondisi ketenagakerjaan secara lebih utuh, tingkat pengangguran sebaiknya dibaca bersama indikator lain, seperti tingkat partisipasi angkatan kerja, jumlah pekerja informal, kualitas pekerjaan, pertumbuhan upah, serta perkembangan lapangan kerja.

Daftar negara dengan pengangguran tertinggi di Asia pada 2026 memperlihatkan bahwa persoalan ketenagakerjaan memiliki banyak penyebab. Negara yang menghadapi konflik berkepanjangan cenderung mengalami tekanan besar terhadap aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Di sisi lain, negara yang relatif stabil tetap dapat menghadapi persoalan pengangguran akibat pertumbuhan angkatan kerja yang cepat, terbatasnya pekerjaan formal, maupun ketidaksesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri.

Bagi Indonesia, angka pengangguran perlu dilihat tidak hanya dari posisi dibandingkan negara lain, tetapi juga dari kemampuan ekonomi nasional menciptakan pekerjaan yang produktif, layak, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Pertanyaan Umum

Apa negara dengan pengangguran tertinggi di Asia pada 2026?
Dalam daftar yang digunakan pada artikel ini, Palestina berada di urutan pertama dengan tingkat pengangguran 24,4 persen.

Negara mana saja yang masuk 10 besar?
Palestina, Yaman, Yordania, Irak, Suriah, Afghanistan, Armenia, Georgia, Lebanon, dan Nepal.

Apakah Indonesia masuk 10 besar?
Tidak. Berdasarkan daftar tersebut, Indonesia berada di luar 10 besar negara Asia dengan tingkat pengangguran tertinggi.

Mengapa tingkat pengangguran setiap negara berbeda?
Perbedaan dapat dipengaruhi kondisi ekonomi, konflik, struktur pasar kerja, jumlah angkatan kerja, kesempatan kerja, serta metode dan definisi statistik yang digunakan masing-masing negara.

Apakah tingkat pengangguran rendah selalu berarti kondisi ekonomi lebih baik?
Tidak selalu. Tingkat pengangguran perlu dibaca bersama indikator ketenagakerjaan lainnya agar kondisi pasar kerja suatu negara dapat dipahami secara lebih menyeluruh. (r/zk)

  • Penulis: REZA.Y

Rekomendasi

  • Residivis curanmor tiga kali masuk penjara di tangkap polisi di agam

    Residivis Curanmor Tiga Kali Dipenjara Kembali Ditangkap, Polisi Agam Ringkus DPO yang Buron Setahun

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Abdi kalon
    • visibility 53
    • 0Komentar

    ZONAKINI.COM – Setelah lebih dari satu tahun masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) akhirnya berhasil diringkus jajaran Satreskrim Polres Agam. Tersangka yang diketahui berinisial AR (29) ditangkap saat berada di sebuah warung di kawasan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (25/6/2026). Penangkapan dilakukan tanpa perlawanan setelah polisi memperoleh informasi mengenai keberadaan […]

  • Harga Komponen Memori Melonjak

    Harga Komponen Memori Melonjak, Pasar Smartphone Tertekan dan Sepi Pembeli

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle REZA.Y
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Zonakini.com – Industri smartphone global menghadapi tekanan berat akibat kenaikan harga komponen memori. Lonjakan biaya produksi tersebut disebut menjadi salah satu faktor yang membebani pengiriman ponsel pintar dunia pada kuartal III 2026. Berdasarkan data lembaga riset International Data Corporation (IDC) yang dikutip dalam laporan CNBC Indonesia, pengiriman smartphone global pada periode tersebut tercatat sebanyak 255,3 juta […]

  • Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang melalui Tim I Opsnal atau yang dikenal sebagai Tim Klewang berhasil mengungkap kasus dugaan pencurian dengan pemberatan (curat)

    Tim Klewang Polresta Padang Tangkap Terduga Pelaku Curat di Dadok Tunggul Hitam

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle REZA.Y
    • visibility 67
    • 0Komentar

    ZONAKINI.COM – Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang melalui Tim I Opsnal atau yang dikenal sebagai Tim Klewang berhasil mengungkap kasus dugaan pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di kawasan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Seorang pria berinisial IM (32) diamankan petugas pada Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 13.30 WIB di kawasan Simpang Haru, […]

  • 7 Ciri Seseorang Haus Validasi, Apakah Kamu Termasuk?

    7 Ciri Seseorang Haus Validasi, Apakah Kamu Termasuk?

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle REZA.Y
    • visibility 107
    • 0Komentar

    ZONAPUBLIS – Mendapat pujian, dukungan, atau pengakuan dari orang lain merupakan hal yang wajar. Hampir setiap orang tentu merasa senang ketika usahanya dihargai. Namun, kebutuhan tersebut bisa menjadi persoalan ketika seseorang mulai menggantungkan rasa percaya diri dan harga dirinya pada penilaian orang lain. Kondisi seperti ini sering disebut sebagai haus validasi, yaitu kecenderungan untuk terus mencari […]

  • Cara Mengatasi Partisi HDD Tidak Muncul Saat Install Windows 10/11, Ini Penyebab dan Solusinya.Banyak pengguna laptop maupun PC mengeluhkan

    Cara Mengatasi Partisi HDD Tidak Muncul Saat Install Windows 10/11, Ini Penyebab dan Solusinya

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle REZA.Y
    • visibility 751
    • 0Komentar

    ZONAKINI.COM – Banyak pengguna laptop maupun PC mengeluhkan masalah saat ingin menginstal ulang sistem operasi, khususnya ketika partisi hard disk (HDD) tidak muncul di layar instalasi. Kondisi ini sering terjadi saat pemasangan Windows 10 maupun Windows 11. Masalah ini tentu membuat proses instalasi terhenti, bahkan membingungkan bagi pengguna pemula. Namun, sebenarnya ada beberapa penyebab umum […]

  • Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Padang Gelar Sholat Idul Adha 1447 H Lebih Awal

    Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Padang Gelar Sholat Idul Adha 1447 H Lebih Awal

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle REZA.Y
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Zonakini.com – Puluhan jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Kota Padang melaksanakan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah lebih awal pada Selasa (26/5/2026). Salah satu lokasi pelaksanaan ibadah berlangsung di Mesjid Surau Baru, Kampung Binuang, Kecamatan Pauh. Sejak pagi, suasana di sekitar mesjid sudah dipenuhi gema takbir. Para jemaah datang secara bertahap untuk mengikuti pelaksanaan Sholat Id yang […]

expand_less