KAI Divre II Sumbar dan BRI Perkuat Pembinaan UMK agar Naik Kelas
- account_circle REZA.Y
- calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
- print Cetak

Zonakini.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk memperkuat pembinaan terhadap usaha mikro dan kecil (UMK) mitra binaannya.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan bertajuk “Bersama Mendukung UMK Naik Kelas dan Berdaya Saing” yang digelar di Ballroom Santika Premiere Hotel Padang, Selasa (6/10/2026).
Sebanyak 85 UMK mitra binaan KAI mengikuti kegiatan tersebut. Acara turut dihadiri Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya, Vice President of Corporate Social Responsibility KAI Sulardi Wiyatman, Branch Office Head BRI Khatib Sulaiman Anang Sigit Harwanto, Manager Keuangan dan SDM KAI Divre II Sumbar Aries Tri Mulyo, serta jajaran Komite Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) KAI.
Dalam sambutannya, Lutfi Wijaya mengatakan keberadaan KAI di Sumatera Barat tidak hanya berkaitan dengan penyediaan layanan transportasi. Perusahaan juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memberikan manfaat kepada masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasionalnya.
“KAI tidak hanya hadir untuk melayani pelanggan, tetapi juga senantiasa menengok kanan dan kiri untuk melihat potensi serta kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Melalui program TJSL, kami berupaya memberikan manfaat yang berkelanjutan, salah satunya melalui pemberdayaan UMK agar semakin mandiri dan mampu berkembang,” ujar Lutfi.
Ia menilai pelaku UMK mempunyai posisi penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena itu, dukungan kepada UMK menurutnya tidak seharusnya berhenti pada bantuan modal.
Pelaku usaha juga membutuhkan peningkatan kemampuan dalam mengelola bisnis, mulai dari pengetahuan dan keterampilan, pengelolaan keuangan, akses terhadap layanan perbankan hingga kemampuan membaca perubahan kebutuhan pasar.
“Harapannya, para mitra binaan tidak berhenti pada tahap menerima bantuan, tetapi dapat memanfaatkan berbagai pembinaan yang diberikan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, memperluas pasar, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya naik kelas menjadi UMK yang semakin kuat dan berdaya saing,” katanya.
Dukungan terhadap pengembangan UMK juga disampaikan BRI. Branch Office Head BRI Khatib Sulaiman Anang Sigit Harwanto mengatakan pihaknya siap mendukung peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pemanfaatan layanan perbankan, penguatan kemampuan usaha, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
Kerja sama KAI dan BRI diharapkan dapat memberikan akses yang lebih luas kepada para pelaku UMK untuk mengembangkan bisnis secara profesional. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kemampuan mengelola keuangan sekaligus memanfaatkan berbagai layanan perbankan untuk mendukung pertumbuhan usaha.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi mengenai pengelolaan dan pengembangan UMK. Sesi berbagi pengalaman turut digelar sehingga para peserta dapat berdiskusi mengenai persoalan yang mereka hadapi sekaligus mendapatkan wawasan baru dalam menjalankan usaha.
Lutfi berharap pembinaan yang diberikan dapat mendorong mitra binaan meningkatkan kualitas produk maupun layanan, memperbaiki tata kelola bisnis, memperluas jangkauan pasar, serta memanfaatkan peluang kerja sama dan akses pembiayaan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para UMK mitra binaan dapat semakin meningkatkan kualitas produk dan layanan, memperkuat tata kelola usaha, memperluas akses pasar, serta memanfaatkan peluang kolaborasi dan ekosistem pembiayaan secara optimal,” kata Lutfi.
KAI Divre II Sumbar menyatakan akan melanjutkan program TJSL dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat. Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk memberikan bantuan, tetapi juga meningkatkan kapasitas penerima manfaat agar dapat berkembang secara mandiri.
Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sektor perbankan, KAI berharap UMK binaannya di Sumatera Barat dapat terus berkembang, naik kelas, dan memiliki daya saing yang semakin kuat sehingga ikut menopang perekonomian masyarakat daerah.
(red)
- Penulis: REZA.Y
