Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Life Style » Emoji Jadi Cermin Generasi, Ini Perbedaan Gen Z hingga Gen Alpha Dalam Penggunaan Emoji di Media Sosial

Emoji Jadi Cermin Generasi, Ini Perbedaan Gen Z hingga Gen Alpha Dalam Penggunaan Emoji di Media Sosial

  • account_circle REZA.Y
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • print Cetak

ZONAKINI.COM – Penggunaan emoji dalam percakapan digital ternyata tidak sekadar berfungsi sebagai penghias pesan. Cara seseorang memilih dan memaknai emoji dapat mencerminkan kebiasaan komunikasi serta karakter generasi yang menggunakannya.

Perbedaan tersebut terlihat antara generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha dengan generasi yang lebih tua, termasuk Gen X. Emoji yang bagi satu kelompok dianggap sebagai simbol kekaguman atau candaan, bisa memiliki makna berbeda bagi kelompok lainnya.

Analisis yang dikutip dari The New York Times melalui Tekno menunjukkan adanya perubahan menarik dalam kebiasaan menggunakan emoji di media sosial.

Gen Z, yang umumnya merujuk pada mereka yang lahir pada 1997 hingga 2012, dan Gen Alpha yang lahir mulai 2013, memiliki cara tersendiri dalam memberikan makna terhadap simbol-simbol digital.

Salah satu contohnya adalah emoji api. Di kalangan anak muda, simbol tersebut kerap digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang dianggap keren, menarik, luar biasa, atau layak mendapatkan apresiasi.

Sementara itu, generasi yang lebih tua seperti Gen X cenderung memiliki pilihan berbeda untuk menunjukkan rasa kagum. Emoji angka 100, misalnya, lebih sering digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu dianggap sangat baik atau sesuai dengan harapan.

Perubahan makna juga terjadi pada emoji acungan jempol. Selama bertahun-tahun, simbol 👍 identik dengan persetujuan, tanda oke, atau sekadar menunjukkan bahwa seseorang telah memahami pesan.

Namun, bagi sebagian pengguna muda, emoji tersebut mulai dianggap sebagai simbol yang sudah ketinggalan zaman. Ahli bahasa Adam Aleksic bahkan menyebutnya sebagai salah satu contoh yang dikenal dengan istilah “boomer emoji”.

Meski demikian, bukan berarti generasi muda benar-benar meninggalkan emoji jempol. Dalam konteks tertentu, mereka justru menggunakannya secara sengaja untuk menciptakan kesan lucu atau ironis.

Penggunaan seperti ini dikenal sebagai post-ironic, yakni memakai sesuatu yang dianggap tidak lagi keren justru untuk menghasilkan humor atau efek tertentu.

Secara global, emoji jempol juga masih termasuk simbol yang cukup populer. Pada 2025, emoji tersebut berada di posisi kedelapan sebagai emoji yang paling banyak digunakan, meskipun peringkatnya turun dibandingkan tahun sebelumnya.

Perubahan yang lebih menarik terlihat pada cara generasi muda mengekspresikan tawa.

Emoji wajah tertawa sambil mengeluarkan air mata 😂 selama bertahun-tahun menjadi salah satu simbol paling umum untuk menunjukkan bahwa seseorang menganggap sesuatu lucu. Emoji tertawa berguling-lipat 🤣 juga masih banyak digunakan.

Namun, kedua simbol tersebut mulai kehilangan posisi dominannya di kalangan pengguna yang lebih muda.

Di sejumlah forum yang banyak digunakan remaja, pemakaian emoji 😂 disebut mengalami penurunan tajam sejak 2019. Sebaliknya, emoji menangis tersedu-sedu 😭 justru mengalami peningkatan penggunaan.

Yang menarik, emoji menangis tidak selalu digunakan untuk menunjukkan kesedihan.

Di kalangan anak muda, 😭 dapat memiliki banyak arti tergantung konteks percakapan. Emoji tersebut bisa digunakan ketika seseorang merasa sesuatu sangat lucu, terharu, malu, kewalahan, gemas, atau mengalami luapan emosi.

Dengan kata lain, satu emoji dapat memiliki makna yang sangat berbeda dari arti literalnya.

Hal ini menunjukkan bahwa bahasa digital terus berkembang. Pengguna media sosial tidak hanya menciptakan istilah baru, tetapi juga memberikan makna baru terhadap simbol yang sudah ada.

Gen Alpha Punya “Bahasa Emoji” Sendiri

Generasi Alpha bahkan menunjukkan kecenderungan yang semakin berbeda.

Salah satu emoji yang cukup identik dengan kelompok ini adalah Moai 🗿, yaitu simbol kepala batu yang terinspirasi dari patung Moai di Pulau Paskah.

Bagi sebagian pengguna muda, emoji tersebut tidak selalu berkaitan dengan patung atau sejarah. Dalam percakapan digital, Moai dapat digunakan untuk memberikan respons datar, dingin, kaku, atau seolah-olah seseorang tidak ingin memberikan banyak reaksi.

Popularitas emoji tersebut juga meningkat secara signifikan.

Pada 2021, emoji Moai berada di peringkat 482 dalam penggunaan global. Empat tahun kemudian, posisinya melonjak menjadi emoji ke-33 paling populer pada 2025.

Penggunaannya juga disebut paling menonjol di kalangan Gen Alpha dibandingkan kelompok generasi lainnya.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa emoji sebenarnya telah berkembang menjadi bagian dari bahasa komunikasi digital.

Satu simbol yang terlihat sederhana bisa memiliki lapisan makna berbeda berdasarkan usia, komunitas, budaya internet, hingga konteks percakapan.

Bagi generasi yang lebih tua, emoji mungkin masih dipahami berdasarkan arti dasarnya. Namun, bagi pengguna yang tumbuh bersama media sosial, maknanya bisa jauh lebih fleksibel.

Emoji menangis tidak selalu berarti sedih. Emoji api tidak selalu berkaitan dengan kebakaran. Emoji jempol tidak selalu berarti persetujuan. Bahkan emoji kepala batu pun dapat digunakan untuk menyampaikan ekspresi yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Perbedaan tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang perlu diperdebatkan sebagai benar atau salah. Bahasa memang selalu berubah mengikuti penggunanya.

Dulu, perubahan bahasa terjadi melalui percakapan langsung, buku, televisi, dan budaya populer. Kini, media sosial menjadi salah satu ruang terbesar tempat bahasa berkembang dengan sangat cepat.

Emoji menjadi salah satu contoh paling mudah untuk melihat perubahan tersebut.

Bagi orang tua atau pengguna media sosial lintas generasi, memahami perubahan makna emoji juga bisa membantu menghindari kesalahpahaman. Sebuah simbol yang dimaksudkan sebagai candaan oleh anak muda belum tentu dipahami dengan cara yang sama oleh generasi sebelumnya.

Pada akhirnya, emoji bukan lagi sekadar gambar kecil yang ditempelkan di akhir kalimat. Ia telah menjadi bagian dari bahasa internet, bahasa yang terus berubah mengikuti kreativitas dan kebiasaan penggunanya.

Dan menariknya, generasi yang berbeda bisa menggunakan simbol yang sama, tetapi menyampaikan pesan yang sama sekali berbeda. (**)

  • Penulis: REZA.Y

Rekomendasi

  • Gudang Penyimpanan Manau di Ulu Gadut Padang Terbakar, Kerugian Capai Rp20 Juta

    Gudang Penyimpanan Manau di Ulu Gadut Padang Terbakar, Kerugian Capai Rp20 Juta

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Editor
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Zonakini.com– Sebuah gudang penyimpanan manau (rotan) terbakar di kawasan Ulu Gadut, Kelurahan Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, Padang, Minggu (19/4/2026) dini hari. Kepala Bidang Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 02.43 WIB. Dua menit berselang, tepatnya pukul 02.45 WIB, unit langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian. “Petugas tiba […]

  • Perlindungan Anak di Era Digital Jadi Sorotan, GNI Dorong Peran Aktif Masyarakat

    Perlindungan Anak di Era Digital Jadi Sorotan, GNI Dorong Peran Aktif Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Editor
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Zonakini.com- Isu perlindungan anak di era digital menjadi sorotan dalam pertemuan lintas pemangku kepentingan yang digelar oleh Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI). Mengusung tema “Pertemuan Pemangku Kepentingan dan Membangun Kemandirian Komunitas dalam Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Tahun 2026”, kegiatan ini berlangsung di Aula Hall D Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Selasa (28/4/2026). Ketua Harian P2TP2A […]

  • OJK Masih Awasi 16 Pinjaman Online dengan Tingkat Kredit Macet di Atas Batas Aman

    OJK Masih Awasi 16 Pinjaman Online dengan Tingkat Kredit Macet di Atas Batas Aman

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle REZA.Y
    • visibility 56
    • 0Komentar

    ZONAKINI.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih memberikan pengawasan intensif terhadap 16 penyelenggara pinjaman daring (pindar) yang memiliki tingkat wanprestasi lebih dari 90 hari (TWP90) di atas ambang batas 5 persen. Meski demikian, jumlah perusahaan yang masuk kategori tersebut mulai berkurang dibandingkan bulan sebelumnya. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan […]

  • Tim Klewang Ringkus Pria yang Gasak Hasil Laut di Rumah Makan

    Tim Klewang Ringkus Pria yang Gasak Hasil Laut di Rumah Makan

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Abdi Kallon
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Zonakini.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang berhasil mengamankan seorang pria yang diduga melakukan aksi pencurian di sebuah rumah makan di kawasan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat. Aksi pencurian tersebut terjadi di Rumah Makan Pondok Ikan Bakar Khatib Cabang Tepi Laut pada Kamis (21/05/2026) dini hari dan sempat terekam kamera pengawas CCTV. Kasat […]

  • Masih Jalani Pembebasan Bersyarat, Pria di Padang Ditangkap dengan Dugaan Sabu

    Masih Jalani Pembebasan Bersyarat, Pria di Padang Ditangkap dengan Dugaan Sabu

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle REZA.Y
    • visibility 59
    • 0Komentar

    PADANG – Jajaran Polsek Nanggalo kembali mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan narkotika dalam pelaksanaan Operasi Tumpas Bandar 2026. Seorang pria berinisial AE alias Anton Popay (38) diamankan petugas setelah kedapatan menyimpan paket yang diduga berisi narkotika jenis sabu. Penangkapan dilakukan pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 11.45 WIB di kawasan Simpang Lamun Ombak, Jalan Jhoni Anwar, Kecamatan […]

  • Seorang bocah laki-laki berusia 2 tahun nyaris tenggelam di aliran sungai kawasan Kampung KB.

    Bocah 2 Tahun Nyaris Tenggelam di Sungai Kurao Pagang, Berhasil Diselamatkan Warga

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle REZA.Y
    • visibility 106
    • 0Komentar

    PADANG – Seorang bocah laki-laki berusia 2 tahun nyaris tenggelam di aliran sungai kawasan Kampung KB, Kelurahan Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Rabu (15/4/2026) sore. Beruntung, korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat setelah warga yang berada di lokasi kejadian sigap melakukan pertolongan. Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, peristiwa tersebut […]

expand_less