Harga Ayam Potong di Pasar Raya Padang Merangkak Naik, Sentuh Rp50 Ribu per Kilogram
- account_circle REZA.Y
- calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
- print Cetak

Harga daging ayam potong di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
ZONAKINI.COM – Harga daging ayam potong di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Saat ini, harga jual di tingkat pedagang berkisar antara Rp49.400 hingga Rp50.000 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp48.000 per kilogram.
Berdasarkan pantauan di Pasar Raya Padang pada Kamis (7/8/2026), aktivitas jual beli tetap berlangsung normal meski terjadi penyesuaian harga. Para pedagang menyebut kenaikan tersebut sudah berlangsung sejak akhir pekan lalu.
Salah seorang pedagang ayam potong, Ayub (42), mengatakan harga mulai meningkat sejak beberapa hari terakhir dan hingga kini belum mengalami perubahan berarti.
“Sejak pekan terakhir kemarin naik. Sampai hari ini harganya masih stabil di kisaran itu,” ujarnya.
Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Erni (56). Ia menjelaskan kenaikan harga tidak terlepas dari meningkatnya harga beli ayam dari distributor sehingga pedagang harus menyesuaikan harga jual agar tetap memperoleh keuntungan.
“Modal dari distributor naik, jadi kami juga harus menyesuaikan harga jual. Kalau tidak, tentu rugi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kota Padang, Edrian Edwar, mengatakan kenaikan harga ayam potong diduga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan pasar, salah satunya setelah mulai beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Meski demikian, menurut Edrian, lonjakan harga masih tergolong ringan dan belum mengganggu stabilitas pasokan maupun daya beli masyarakat.
“Kenaikannya masih tipis, stok juga masih aman dan stabil. Harga masih terjangkau serta terkendali,” ujarnya.
Ia memastikan ketersediaan daging ayam di Kota Padang masih mencukupi kebutuhan masyarakat sehingga tidak ada indikasi kelangkaan pasokan dalam waktu dekat.
Edrian juga menilai kenaikan harga tersebut memberikan dampak positif bagi pelaku usaha, khususnya pedagang ayam potong dan pelaku UMKM yang bergerak di sektor pangan. Dengan permintaan yang tetap tinggi, nilai penjualan mereka ikut meningkat meski harga mengalami penyesuaian.
Pengamat perdagangan menilai fluktuasi harga ayam potong merupakan hal yang lazim terjadi dan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari biaya produksi, harga pakan ternak, distribusi, hingga meningkatnya permintaan masyarakat.
Selama pasokan tetap terjaga dan kenaikan harga masih berada dalam batas yang wajar, kondisi tersebut dinilai belum mengganggu stabilitas pasar maupun kebutuhan konsumsi masyarakat. (red)
- Penulis: REZA.Y
