Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Technology » Otomotif » Opini: Mitsubishi Perlu Kembali Punya Mobil Kecil Murah seperti Mirage

Opini: Mitsubishi Perlu Kembali Punya Mobil Kecil Murah seperti Mirage

  • account_circle REZA.Y
  • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
  • print Cetak

ZONAKINI COM – Di tengah dominasi SUV dan mobil keluarga berukuran besar, ada satu jenis kendaraan Mitsubishi yang mungkin masih dirindukan sebagian konsumen Indonesia: mobil kecil yang praktis, hemat, dan bisa dibeli dengan harga relatif terjangkau.

Mitsubishi Mirage pernah mengisi ruang tersebut.

Kini Mirage memang sudah tidak lagi menjadi bagian dari lini produk Mitsubishi. Namun, menurut saya, hilangnya Mirage tidak serta-merta menghapus kebutuhan terhadap mobil kompak di pasar Indonesia.

Justru ketika harga mobil baru semakin tinggi, kendaraan yang menawarkan ukuran ringkas, konsumsi bahan bakar efisien, serta biaya kepemilikan yang lebih ringan masih mempunyai peluang.

Pertanyaannya, apakah Mitsubishi perlu kembali masuk ke segmen tersebut?

Menurut saya, jawabannya layak dipertimbangkan.

Mirage Boleh Berakhir, tetapi Kebutuhan Mobil Kecil Belum Hilang

Mitsubishi telah mengakhiri produksi Mirage secara global. Artinya, konsumen yang berharap melihat Mirage kembali dalam bentuk lama tentu harus menerima kenyataan bahwa model tersebut sudah selesai masa produksinya.

Namun, yang sebenarnya menarik bukan apakah Mirage harus dihidupkan kembali.

Yang lebih penting adalah apakah Mitsubishi perlu menghadirkan penerus dengan konsep yang sama sekali baru.

Mobil kecil tetap memiliki pasar tersendiri. Kendaraan seperti ini dibutuhkan oleh konsumen yang sebagian besar aktivitasnya berlangsung di perkotaan, keluarga kecil, pekerja muda, maupun pembeli yang baru pertama kali memiliki mobil.

Bagi kelompok tersebut, mobil berukuran besar belum tentu menjadi kebutuhan.

Mereka mungkin hanya membutuhkan kendaraan untuk pergi bekerja, mengantar anak, berbelanja, bepergian bersama keluarga, atau digunakan sehari-hari di jalan perkotaan.

Di sinilah celah yang menurut saya masih menarik bagi Mitsubishi.

Mitsubishi Saat Ini Terlihat Lebih Fokus ke Segmen yang Lebih Besar

Jika melihat jajaran Mitsubishi saat ini, arah bisnisnya cukup mudah dibaca.

Ada Xpander untuk konsumen keluarga, Xforce dan Destinator di segmen SUV, serta Pajero Sport yang menyasar konsumen dengan kebutuhan dan karakter kendaraan berbeda.

Produk-produk tersebut menunjukkan bahwa Mitsubishi semakin kuat bermain di kendaraan yang menawarkan nilai jual lebih tinggi.

Dari sisi perusahaan, strategi itu tentu bisa dipahami.

Mitsubishi Motors juga menempatkan peningkatan penjualan model strategis dengan margin yang lebih baik sebagai bagian dari strategi bisnisnya.

Artinya, mengejar jumlah unit sebanyak-banyaknya bukan lagi satu-satunya tujuan. Keuntungan yang diperoleh dari setiap kendaraan juga menjadi pertimbangan penting.

Tetapi dari sisi konsumen, ada konsekuensi yang perlu diperhatikan.

Semakin tinggi posisi sebuah produk, semakin banyak pula calon pembeli yang mungkin tidak mampu menjangkaunya.

Konsumen dengan anggaran terbatas akhirnya akan mencari merek lain.

Mengapa Tidak Membuat Mobil Kecil Generasi Baru?

Mitsubishi sebenarnya tidak perlu menghidupkan kembali Mirage dengan bentuk lama.

Jika ingin masuk lagi ke segmen ini, akan jauh lebih menarik apabila perusahaan menciptakan mobil kompak yang benar-benar dirancang untuk kebutuhan konsumen masa kini.

Tidak perlu dibuat mewah.

Yang dibutuhkan justru kendaraan yang sederhana tetapi tepat sasaran.

Misalnya, kabin cukup lega untuk penggunaan keluarga kecil, konsumsi bahan bakar efisien, fitur keselamatan yang memadai, biaya servis masuk akal, serta harga pembelian yang tidak terlalu jauh dari kemampuan konsumen kelas menengah.

Teknologi juga bisa disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Jika sistem hybrid atau elektrifikasi dapat diterapkan tanpa membuat harga kendaraan melonjak terlalu tinggi, tentu menjadi nilai tambah. Namun apabila mesin konvensional yang efisien masih menjadi pilihan paling rasional dari sisi harga dan biaya perawatan, itu pun bukan masalah.

Yang terpenting adalah Mitsubishi memiliki produk yang benar-benar mudah dijangkau.

Konsumen Mobil Pertama Jangan Diabaikan

Menurut saya, bagian ini justru menjadi alasan terkuat mengapa Mitsubishi perlu mempertimbangkan kembali segmen mobil kecil.

Tidak semua orang yang ingin membeli mobil pertama membutuhkan SUV.

Seorang pekerja muda mungkin hanya membutuhkan kendaraan untuk berangkat kerja. Pasangan baru mungkin mencari mobil untuk aktivitas keluarga kecil. Orang tua mungkin membutuhkan kendaraan praktis untuk mengantar anak dan berbelanja.

Jika Mitsubishi tidak menyediakan pilihan untuk kebutuhan tersebut, konsumen akan beralih ke merek lain.

Masalahnya bukan hanya kehilangan satu transaksi.

Merek juga kehilangan kesempatan untuk mengenalkan produknya kepada konsumen sejak tahap awal kepemilikan kendaraan.

Padahal, konsumen yang merasa puas dengan mobil pertamanya berpotensi tetap memilih merek yang sama ketika suatu hari membutuhkan kendaraan yang lebih besar.

Dengan kata lain, mobil kecil bisa menjadi pintu masuk menuju produk Mitsubishi lainnya.

Bukan Berarti Mitsubishi Harus Meninggalkan SUV

Mendorong Mitsubishi kembali ke segmen mobil kecil bukan berarti perusahaan harus meninggalkan SUV atau kendaraan keluarga yang saat ini menjadi kekuatannya.

Keduanya justru bisa berjalan bersamaan.

SUV seperti Xforce dan Destinator dapat menyasar konsumen yang membutuhkan kendaraan dengan kapasitas dan fitur lebih besar.

Sementara mobil kompak dapat menjadi pilihan bagi konsumen dengan kebutuhan lebih sederhana dan anggaran lebih terbatas.

Portofolio seperti itu justru memberikan pilihan yang lebih luas.

Konsumen tidak dipaksa memilih Mitsubishi hanya ketika mereka sudah mampu membeli SUV. Mereka bisa mengenal merek tersebut sejak pertama kali membeli mobil.

Konsep Sederhana Mirage Masih Menarik

Salah satu hal yang membuat Mirage mudah dipahami adalah konsep produknya.

Mobilnya kecil.

Penggunaannya praktis.

Konsumsi bahan bakarnya relatif efisien.

Dan harganya lebih mudah dijangkau dibandingkan kendaraan yang berukuran lebih besar.

Di tengah tren industri otomotif yang semakin banyak menawarkan layar besar, konektivitas digital, fitur pintar, serta berbagai teknologi baru, konsep sederhana seperti itu sebenarnya belum tentu kehilangan peminat.

Teknologi tetap penting.

Namun tidak semua konsumen membutuhkan semua fitur yang tersedia di mobil modern.

Sebagian justru lebih membutuhkan kendaraan yang murah untuk dibeli, murah digunakan, mudah dirawat, dan tidak merepotkan.

Mitsubishi Bisa Membuat Mobil Kecil yang Lebih Relevan

Jika Mitsubishi suatu hari memutuskan kembali ke kelas mobil kompak, menurut saya jangan sekadar membuat “Mirage baru”.

Buatlah produk yang benar-benar memahami kebutuhan pasar Indonesia.

Mobil tersebut harus memiliki harga yang kompetitif, efisien untuk penggunaan sehari-hari, nyaman digunakan di perkotaan, tetapi tetap memiliki standar keselamatan dan kualitas yang sesuai perkembangan zaman.

Mitsubishi juga dapat memanfaatkan pengalaman dan jaringan yang sudah dimilikinya di Indonesia.

Dengan positioning yang tepat, mobil kompak tersebut tidak harus menjadi produk termurah di pasar.

Cukup menjadi kendaraan Mitsubishi yang paling mudah dimiliki oleh konsumen yang baru ingin membeli mobil.

Kesimpulan: Ada Ruang untuk Mobil Kecil Mitsubishi

Strategi Mitsubishi untuk memperkuat model dengan margin lebih tinggi merupakan keputusan bisnis yang dapat dipahami.

Namun, dari perspektif konsumen, masih terdapat ruang bagi kendaraan yang lebih sederhana dan terjangkau.

Mirage memang sudah berakhir.

Tetapi kebutuhan terhadap mobil kecil belum tentu ikut hilang.

Di tengah harga kendaraan baru yang terus menjadi pertimbangan masyarakat, Mitsubishi justru berpeluang membuka pasar baru dengan menghadirkan mobil kompak generasi terbaru.

Bukan dengan menghidupkan masa lalu, tetapi dengan mengambil konsep terbaik dari Mirage dan membawanya ke kebutuhan masa kini.

Sebuah mobil kecil yang hemat, praktis, aman, mudah dirawat, dan harganya masuk akal mungkin memang tidak akan memberikan margin sebesar SUV.

Tetapi produk seperti itu bisa memiliki fungsi lain yang tidak kalah penting: menjadi pintu pertama konsumen mengenal Mitsubishi.

Dan jika Mitsubishi mampu membuat mobil kecil yang tepat sasaran, bukan tidak mungkin konsumen yang hari ini membeli mobil kompak akan menjadi konsumen Xpander, Xforce, Destinator, atau bahkan Pajero Sport di kemudian hari.  (red)

  • Penulis: REZA.Y

Rekomendasi

  • Satreskrim Polresta Padang Amankan Dua Terduga Pencuri Ternak

    Satreskrim Polresta Padang Amankan Dua Terduga Pencuri Ternak

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle REZA.Y
    • visibility 64
    • 0Komentar

    ZONAKINI.COM – Upaya menjual empat ekor kambing yang diduga hasil pencurian berujung penangkapan bagi dua pria berinisial M dan A. Keduanya diamankan oleh Tim Satreskrim Polresta Padang di kawasan Dadok Tunggul Hitam, Kota Padang, Kamis (11/6/2026). Penangkapan dilakukan setelah aparat kepolisian menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya transaksi penjualan ternak yang dicurigai berasal dari tindak kejahatan. […]

  • KAI Divre II Sumbar dan BRI Perkuat Pembinaan UMK agar Naik Kelas

    KAI Divre II Sumbar dan BRI Perkuat Pembinaan UMK agar Naik Kelas

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle REZA.Y
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Zonakini.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk memperkuat pembinaan terhadap usaha mikro dan kecil (UMK) mitra binaannya. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan bertajuk “Bersama Mendukung UMK Naik Kelas dan Berdaya Saing” yang digelar di Ballroom Santika Premiere Hotel Padang, Selasa (6/10/2026). Sebanyak 85 UMK […]

  • Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Perum Bulog

    Sidak ke Gudang Bulog Magelang, Prabowo Pastikan Stok Beras Aman

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Editor
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Zonakini.com- Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Perum Bulog di Kompleks Gudang Bulog Danurejo, Magelang, Sabtu (18/4/2026) siang. Kunjungan tersebut dilakukan secara spontan usai Presiden menghadiri kegiatan bersama pimpinan DPRD. Dalam kesempatan itu, Presiden secara tiba-tiba menyampaikan keinginannya untuk meninjau langsung gudang Bulog di sekitar Magelang atau Yogyakarta. Dalam sidak tersebut, Presiden ingin memastikan […]

  • Satpol PP Kota Padang Amankan Empat Orang di Kos Khusus Perempuan

    Satpol PP Kota Padang Amankan Empat Orang di Kos Khusus Perempuan

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Editor
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Zonakini.com- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang mengamankan tiga orang wanita dan satu orang laki-laki di sebuah rumah kos khusus perempuan di Kecamatan Padang Timur, Sabtu dini hari (25/4/2026). Penertiban ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang merasa resah terhadap aktivitas seorang laki-laki yang kerap mengunjungi lokasi tersebut, termasuk pada waktu yang […]

  • Asal Usul Rokok: Dari Tradisi Masyarakat Adat hingga Menjadi Industri Dunia

    Asal Usul Rokok: Dari Tradisi Masyarakat Adat hingga Menjadi Industri Dunia

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle REZA.Y
    • visibility 120
    • 0Komentar

    ZONAKINI.COM – Rokok yang saat ini mudah ditemukan di berbagai tempat ternyata memiliki perjalanan sejarah yang sangat panjang. Sebelum diproduksi menggunakan mesin dan dikemas seperti sekarang, tembakau telah digunakan manusia selama ribuan tahun dalam berbagai bentuk. Menariknya, penggunaan tembakau pada awalnya tidak lahir sebagai industri rokok modern. Masyarakat asli di benua Amerika telah mengenal tanaman […]

  • Bagaimana Cara Kerja BI Checking atau SLIK OJK? Ini Penjelasannya

    Bagaimana Cara Kerja BI Checking atau SLIK OJK? Ini Penjelasannya

    • calendar_month 13 jam yang lalu
    • account_circle REZA.Y
    • visibility 23
    • 0Komentar

    ZONAKINI.COM – BI Checking atau yang kini dikenal sebagai Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK merupakan salah satu hal penting yang perlu diketahui masyarakat sebelum mengajukan pinjaman ke bank maupun lembaga pembiayaan. Riwayat kredit dalam sistem ini dapat menjadi bahan pertimbangan ketika seseorang mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kredit kendaraan, pinjaman modal usaha, hingga fasilitas pembiayaan […]

expand_less