Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Palembang, 4 Jadwal Pesawat Tertunda
- account_circle REZA.Y
- calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
- print Cetak

(foto: dok. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Zonakini.com – Kabut asap yang menyelimuti kawasan Palembang, Sumatera Selatan, berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Jumat (9/10/2026). Sebanyak empat penerbangan mengalami penundaan karena jarak pandang di sekitar bandara menurun hingga berada di bawah ambang batas operasional.
General Manager Bandara Internasional SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, menjelaskan bahwa penerbangan yang terdampak terdiri atas tiga jadwal keberangkatan dan satu kedatangan.
Menurutnya, jarak pandang minimum yang menjadi acuan operasional penerbangan di bandara tersebut adalah 400 meter. Ketika jarak pandang berada di bawah batas tersebut, aktivitas pesawat harus disesuaikan demi menjaga keselamatan.
“Penundaan penerbangan terjadi akibat jarak pandang di Bandara SMB II Palembang berada di bawah standar minimum penerbangan, yakni 400 meter, sehingga berdampak terhadap operasional keberangkatan dan kedatangan pesawat,” katanya.
Tiga penerbangan yang mengalami penundaan untuk keberangkatan masing-masing adalah JT246 dengan tujuan Batam, IU921 menuju Jakarta, serta IU302 yang melayani rute Palembang-Pangkalpinang.
Sementara itu, satu penerbangan kedatangan yang ikut terdampak adalah IU933 dari Yogyakarta menuju Palembang.
Penundaan tersebut dilakukan menyusul kondisi jarak pandang yang belum memenuhi persyaratan keselamatan untuk mendukung aktivitas lepas landas maupun pendaratan pesawat.
Pengelola Bandara SMB II terus memantau perubahan jarak pandang dan perkembangan kabut asap di sekitar kawasan bandara. Pemantauan diperlukan agar keputusan operasional dapat disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan.
Ahmad mengatakan penyesuaian jadwal akan dilakukan sampai jarak pandang kembali memenuhi standar keselamatan penerbangan. Dengan demikian, pesawat dapat beroperasi dengan aman, baik ketika berangkat maupun saat mendarat.
Gangguan akibat kabut asap ini membuat kondisi cuaca dan jarak pandang menjadi faktor penting yang terus diperhatikan dalam menjaga kelancaran operasional penerbangan di Palembang. (*)
- Penulis: REZA.Y
