Mengapa Trenggiling dan Burung Rangkong Dilindungi? Ini Peran Pentingnya bagi Kelestarian Hutan Indonesia
- account_circle REZA.Y
- calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
- print Cetak

Paruh Burung Rangkong dan Sisik Trenggiling, Bagian Tubuh Hewan yang Dilindungi ( Foto: Ilustrasi/AI )
ZONAKINI.COM – Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Ribuan jenis satwa hidup di berbagai kawasan hutan, mulai dari Sumatra hingga Papua. Namun, sebagian di antaranya kini menghadapi ancaman serius akibat perburuan dan perdagangan ilegal.
Dua satwa yang sering menjadi sasaran perdagangan adalah trenggiling dan burung rangkong. Bagian tubuh keduanya memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar gelap, sehingga memicu perburuan yang mengancam kelangsungan populasinya.
Lalu, mengapa kedua satwa ini mendapat perlindungan hukum dan apa perannya bagi lingkungan?
Trenggiling, Mamalia Bersisik yang Semakin Langka
Trenggiling merupakan satu-satunya mamalia di dunia yang tubuhnya diselimuti sisik keras. Satwa ini aktif pada malam hari dan memiliki lidah yang sangat panjang untuk menangkap semut dan rayap, yang menjadi makanan utamanya.
Meski terlihat sederhana, trenggiling memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Seekor trenggiling dewasa mampu memangsa ribuan semut dan rayap setiap hari. Dengan cara itu, populasi serangga tetap terkendali sehingga tidak merusak pepohonan maupun lahan pertanian di sekitarnya.
Apabila populasi trenggiling terus menurun akibat perburuan, keseimbangan alami tersebut dapat terganggu.
Mengapa Sisik Trenggiling Banyak Diburu?
Sisik trenggiling tersusun dari keratin, yaitu zat yang sama dengan pembentuk kuku dan rambut manusia.
Meski berbagai penelitian ilmiah belum menemukan bukti bahwa sisik trenggiling memiliki khasiat medis yang terbukti secara ilmiah, permintaan terhadap bagian tubuh satwa ini masih tinggi di pasar gelap di sejumlah negara.
Permintaan tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong maraknya perdagangan ilegal.
Burung Rangkong, Penjaga Regenerasi Hutan
Burung rangkong sering dijuluki sebagai “petani hutan”.
Julukan ini bukan tanpa alasan.
Rangkong memakan berbagai jenis buah hutan. Setelah terbang ke tempat lain, burung ini menyebarkan biji melalui kotorannya.
Biji-biji tersebut kemudian tumbuh menjadi pohon baru.
Tanpa bantuan rangkong, penyebaran berbagai jenis pohon di hutan dapat berlangsung lebih lambat.
Karena itulah keberadaan rangkong sangat penting dalam menjaga regenerasi hutan tropis.
Mengapa Paruh Rangkong Diperdagangkan?
Di pasar gelap, paruh beberapa jenis burung rangkong memiliki nilai ekonomi tinggi karena dijadikan bahan kerajinan, hiasan, maupun koleksi.
Perdagangan tersebut menyebabkan banyak rangkong diburu secara ilegal, meskipun satwa ini termasuk jenis yang dilindungi di Indonesia.
Dampak Perdagangan Satwa Liar
Perdagangan satwa liar bukan hanya mengancam satu spesies.
Dampaknya dapat meluas terhadap seluruh ekosistem.
Beberapa dampak yang dapat terjadi antara lain:
- Penurunan populasi satwa dilindungi.
- Hilangnya keseimbangan rantai makanan.
- Berkurangnya kemampuan hutan melakukan regenerasi alami.
- Meningkatnya risiko kepunahan spesies.
- Kerusakan keanekaragaman hayati Indonesia.
Dalam jangka panjang, kerusakan tersebut juga dapat memengaruhi kehidupan manusia, termasuk ketersediaan air bersih, kualitas lingkungan, hingga ketahanan ekosistem terhadap perubahan iklim.
Perlindungan Hukum di Indonesia
Pemerintah Indonesia menetapkan berbagai jenis satwa sebagai satwa yang dilindungi melalui peraturan perundang-undangan.
Perlindungan tersebut bertujuan mencegah perburuan, perdagangan, kepemilikan, maupun pemanfaatan satwa liar secara ilegal.
Seseorang yang dengan sengaja menyimpan, memiliki, mengangkut, atau memperdagangkan satwa dilindungi maupun bagian tubuhnya dapat dikenai sanksi pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Peran Masyarakat dalam Melindungi Satwa
Pelestarian satwa liar bukan hanya menjadi tugas pemerintah.
Masyarakat juga memiliki peran penting, antara lain dengan:
- Tidak membeli satwa liar atau bagian tubuhnya.
- Tidak memelihara satwa dilindungi tanpa izin.
- Melaporkan dugaan perdagangan satwa liar kepada pihak berwenang.
- Mendukung upaya konservasi melalui edukasi dan kampanye lingkungan.
Langkah sederhana tersebut dapat membantu menekan permintaan di pasar gelap sehingga perburuan terhadap satwa dilindungi ikut berkurang.
Kesimpulan
Trenggiling dan burung rangkong bukan sekadar satwa liar yang hidup di hutan Indonesia. Keduanya memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Trenggiling membantu mengendalikan populasi serangga, sedangkan rangkong berperan sebagai penyebar biji yang mendukung regenerasi hutan.
Karena itulah perlindungan terhadap kedua satwa ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga kelestarian hutan dan keanekaragaman hayati Indonesia. Mencegah perdagangan ilegal bukan hanya menyelamatkan satu spesies, tetapi juga menjaga keseimbangan alam yang menjadi penopang kehidupan manusia.
FAQ
Apakah trenggiling termasuk satwa yang dilindungi?
Ya. Trenggiling merupakan satwa yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan di Indonesia sehingga tidak boleh diburu atau diperdagangkan tanpa dasar hukum yang sah.
Mengapa burung rangkong penting bagi hutan?
Rangkong membantu menyebarkan biji berbagai jenis pohon melalui buah yang dimakannya, sehingga berperan dalam regenerasi hutan.
Apakah memperjualbelikan sisik trenggiling atau paruh rangkong diperbolehkan?
Tidak. Perdagangan bagian tubuh satwa yang dilindungi dapat dikenai sanksi pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Apa yang harus dilakukan jika mengetahui adanya perdagangan satwa liar?
Masyarakat dapat melaporkan dugaan perdagangan satwa liar kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Gakkum Kehutanan, atau aparat penegak hukum agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur. (r/zk)
- Penulis: REZA.Y
