Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ensiklopedia » Kenapa Benda yang Sama Punya Nama Berbeda di Setiap Bahasa? Begini Asal-Usul Bahasa Manusia

Kenapa Benda yang Sama Punya Nama Berbeda di Setiap Bahasa? Begini Asal-Usul Bahasa Manusia

  • account_circle REZA.Y
  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • print Cetak

ZONAKINI.COM – Pernahkah terpikir mengapa benda yang sama bisa mempunyai nama yang berbeda di berbagai negara?

Air, misalnya. Dalam bahasa Indonesia kita menyebutnya “air”. Dalam bahasa Inggris disebut “water”, bahasa Jepang menggunakan “mizu”, sedangkan dalam bahasa Mandarin dikenal sebagai “shuǐ”.

Bendanya sama. Manusia yang menggunakannya juga sama-sama memahami bahwa benda tersebut merupakan cairan yang kita minum, gunakan untuk mencuci, memasak, dan berbagai keperluan lainnya. Namun, nama yang digunakan berbeda.

Hal serupa terjadi hampir pada segala sesuatu di sekitar kita.

“Matahari” disebut “sun” dalam bahasa Inggris. “Bulan” menjadi “moon”. “Rumah” menjadi “house”. “Kucing” disebut “cat”. Bahkan untuk hal-hal yang sangat sederhana dan sudah dikenal manusia sejak zaman dahulu, setiap kelompok masyarakat bisa memiliki kata yang berbeda.

Lalu, siapa yang pertama kali menentukan nama sebuah benda?

Mengapa air disebut “air”, bukan “water”? Mengapa orang Jepang mengatakan “mizu”? Dan bagaimana manusia pada masa lalu bisa mulai menggunakan kata-kata untuk berkomunikasi?

Jawabannya ternyata jauh lebih panjang daripada sekadar mengatakan bahwa setiap negara mempunyai bahasa sendiri.

Bahasa merupakan hasil dari perjalanan manusia yang berlangsung sangat lama. Ia tumbuh bersama masyarakat, berubah mengikuti zaman, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dan dapat dipengaruhi oleh pertemuan antarkelompok manusia.

Dengan kata lain, setiap bahasa yang kita gunakan hari ini sebenarnya menyimpan jejak sejarah manusia.

Tidak Ada Alasan Alamiah Mengapa Air Harus Disebut “Air”

Untuk memahami mengapa satu benda mempunyai banyak nama, kita perlu memahami terlebih dahulu apa sebenarnya sebuah kata.

Kata pada dasarnya merupakan simbol yang disepakati oleh sekelompok manusia untuk mewakili sesuatu.

Ketika seseorang mengatakan “air”, orang lain yang memahami bahasa Indonesia akan menghubungkan bunyi tersebut dengan konsep atau benda tertentu.

Namun, bunyi “air” sendiri tidak memiliki hubungan alamiah dengan cairan tersebut.

Air tidak memiliki sifat khusus yang membuatnya harus disebut “air”.

Masyarakat lain dapat menggunakan bunyi yang berbeda dan tetap memahami benda yang sama. Karena itulah dalam bahasa Inggris digunakan kata “water”, dalam bahasa Jepang “mizu”, dan dalam bahasa Mandarin “shuǐ”.

Ini merupakan salah satu alasan mendasar mengapa bahasa di dunia dapat mempunyai kosakata yang berbeda.

Bahasa bekerja karena orang-orang dalam suatu kelompok memahami dan menggunakan simbol yang sama.

Jika seluruh masyarakat Indonesia tiba-tiba sepakat menggunakan kata lain untuk menyebut air, kemudian kata tersebut digunakan terus-menerus oleh generasi berikutnya, perlahan kata itu bisa menjadi bagian dari bahasa mereka.

Jadi, nama sebuah benda bukanlah sesuatu yang secara alamiah melekat pada benda tersebut. Nama itu merupakan bagian dari sistem komunikasi yang dibangun dan diwariskan oleh manusia.

Apakah Manusia Zaman Dahulu Pernah Membuat Bahasa Secara Resmi?

Kemungkinan besar tidak seperti ketika kita membuat bahasa pemrograman atau menyusun sebuah kamus.

Tidak ada bukti bahwa manusia pada masa awal pernah duduk bersama lalu berkata, “Mulai sekarang benda ini kita namakan demikian.”

Bahasa diperkirakan berkembang secara bertahap seiring kemampuan manusia untuk bekerja sama, berkomunikasi, menyampaikan informasi, dan hidup dalam kelompok.

Manusia membutuhkan cara untuk memberitahukan sesuatu kepada orang lain.

Mereka perlu menyampaikan informasi mengenai makanan, bahaya, tempat, anggota kelompok, kegiatan berburu, hubungan sosial, dan berbagai hal lain yang penting bagi kehidupan.

Pada tahap yang sangat awal, manusia mungkin menggunakan berbagai bentuk komunikasi, termasuk gerakan tubuh, ekspresi, suara, dan tanda-tanda tertentu.

Seiring perkembangan kemampuan komunikasi manusia, sistem suara dan simbol menjadi semakin kompleks.

Proses tersebut berlangsung dalam waktu yang sangat panjang. Karena itu, kita tidak dapat menunjuk satu hari tertentu sebagai hari ketika “bahasa pertama” diciptakan.

Asal-usul bahasa manusia sendiri masih menjadi salah satu pertanyaan besar dalam ilmu pengetahuan. Jejak bahasa purba sangat sulit ditemukan karena suara tidak meninggalkan fosil seperti tulang atau batu.

Yang dapat dipelajari para ahli antara lain adalah bahasa-bahasa yang masih digunakan sekarang, bahasa kuno yang pernah ditulis, perubahan bentuk kata, serta hubungan antara berbagai bahasa.

Bahasa Bisa Berubah Tanpa Disadari Penuturnya

Salah satu hal paling menarik mengenai bahasa adalah manusia dapat mengubah bahasa tanpa sengaja.

Perubahan kecil dalam cara mengucapkan sebuah kata dapat terjadi dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Anak-anak belajar bahasa dari orang di sekitarnya. Namun, mereka tidak selalu menirukan setiap bunyi dengan persis sama.

Jika perubahan kecil tersebut kemudian digunakan oleh banyak orang dan berlangsung selama beberapa generasi, bentuk sebuah kata dapat berubah.

Hal yang sama dapat terjadi pada tata bahasa dan cara menyusun kalimat.

Perubahan yang terjadi dalam satu tahun mungkin hampir tidak terlihat. Namun, jika berlangsung selama ratusan tahun, perbedaannya dapat menjadi sangat besar.

Itulah sebabnya bahasa yang digunakan manusia sekarang dapat terlihat sangat berbeda dibandingkan bahasa yang digunakan masyarakat beberapa abad lalu.

Bahasa Inggris modern, misalnya, tidak sama dengan bahasa Inggris yang digunakan pada masa lalu. Bahasa Indonesia pun terus berubah dari waktu ke waktu.

Ada kata yang menjadi jarang digunakan, ada kata baru yang muncul, dan ada pula kata dari bahasa lain yang masuk ke dalam kosakata.

Bagaimana Satu Bahasa Bisa Menjadi Banyak Bahasa?

Pertanyaan ini membawa kita pada salah satu penyebab utama keragaman bahasa di dunia.

Bayangkan ada sebuah kelompok manusia yang pada awalnya hidup bersama dan menggunakan bahasa yang relatif sama.

Kemudian sebagian dari mereka pindah ke wilayah lain.

Jarak membuat kedua kelompok semakin jarang berinteraksi.

Kelompok pertama terus menggunakan bahasa mereka, tetapi bahasa tersebut perlahan berubah.

Kelompok kedua juga mengalami perubahan sendiri.

Pada awalnya, perbedaannya mungkin hanya berupa cara pengucapan beberapa kata.

Setelah beberapa generasi, kosakatanya mulai berbeda.

Kemudian tata bahasanya dapat berkembang dengan cara yang berbeda pula.

Jika proses tersebut berlangsung sangat lama, kedua kelompok akhirnya dapat mempunyai bahasa yang berbeda dan tidak lagi mudah saling memahami.

Inilah salah satu cara sederhana untuk membayangkan bagaimana keragaman bahasa dapat terbentuk.

Proses sebenarnya jauh lebih rumit karena manusia tidak hidup sepenuhnya terisolasi. Kelompok yang berbeda juga dapat bertemu, berdagang, menikah, berpindah tempat, berperang, atau hidup berdampingan.

Semua interaksi tersebut dapat membuat bahasa saling memengaruhi.

Bahasa Ibarat Pohon yang Terus Bercabang

Para ahli bahasa sering menggambarkan hubungan bahasa dengan konsep keluarga bahasa.

Bayangkan sebuah pohon besar.

Pada bagian paling bawah terdapat nenek moyang bahasa yang sangat tua. Dari satu bahasa leluhur dapat muncul berbagai variasi.

Variasi tersebut kemudian berkembang lagi dan menghasilkan cabang-cabang baru.

Dalam ilmu linguistik, bahasa-bahasa yang memiliki leluhur bersama dapat dikelompokkan dalam satu keluarga bahasa.

Salah satu contohnya adalah keluarga bahasa Indo-Eropa yang mencakup banyak bahasa di Eropa dan sebagian wilayah Asia.

Ada pula keluarga Austronesia yang mencakup banyak bahasa di Indonesia, Filipina, Madagaskar, dan berbagai wilayah kepulauan di Pasifik.

Hubungan tersebut tidak berarti bahasa-bahasa tersebut sama.

Sebaliknya, bahasa yang berasal dari leluhur yang sama bisa mengalami perubahan yang sangat besar setelah terpisah dalam waktu yang panjang.

Karena itu, dua bahasa yang sekarang terdengar sangat berbeda tetap dapat mempunyai hubungan sejarah.

Mengapa Ada Kata yang Mirip di Bahasa Berbeda?

Pernah menemukan dua kata dari bahasa berbeda yang terdengar hampir sama?

Kemiripan tersebut bisa terjadi karena beberapa alasan.

Pertama, kedua bahasa memang mempunyai hubungan sejarah dan berasal dari leluhur bahasa yang sama.

Kedua, sebuah kata bisa berpindah dari satu bahasa ke bahasa lain melalui kontak antarmasyarakat.

Perdagangan merupakan salah satu jalur penting penyebaran kata.

Ketika dua masyarakat bertemu dan saling bertukar barang, teknologi, makanan, budaya, atau pengetahuan, mereka juga dapat saling meminjam kata.

Karena itulah sebuah bahasa dapat memiliki kosakata yang berasal dari berbagai sumber.

Bahasa Indonesia merupakan contoh yang menarik.

Kosakatanya terbentuk melalui sejarah panjang interaksi masyarakat di Nusantara dengan berbagai kelompok dari luar.

Pengaruh bahasa Sanskerta, Arab, Persia, Portugis, Belanda, Inggris, dan bahasa lainnya dapat ditemukan dalam bahasa Indonesia modern.

Kata “meja”, misalnya, berkaitan dengan bahasa Portugis “mesa”. Kata “sepatu” berkaitan dengan “sapato”. Sementara “kantor” berasal dari bahasa Belanda “kantoor”.

Kata-kata tersebut kemudian digunakan oleh masyarakat Indonesia dan menjadi bagian dari bahasa sehari-hari.

Pada titik tertentu, banyak penutur bahkan tidak lagi merasa bahwa kata tersebut merupakan kata asing.

Inilah yang membuat bahasa menjadi menarik. Sebuah kata dapat melakukan perjalanan sangat jauh sebelum akhirnya menjadi bagian dari bahasa suatu masyarakat.

Bahasa Adalah Rekaman Perjalanan Manusia

Jika diperhatikan lebih jauh, bahasa sebenarnya seperti arsip sejarah yang hidup.

Kita dapat mengetahui bahwa suatu masyarakat pernah berhubungan dengan masyarakat lain melalui kata-kata yang mereka gunakan.

Nama makanan, pakaian, teknologi, benda perdagangan, agama, pemerintahan, hingga istilah sehari-hari dapat meninggalkan jejak dalam bahasa.

Ketika suatu masyarakat mengenal benda atau konsep baru, mereka membutuhkan cara untuk menyebutnya.

Mereka bisa membuat kata baru dari unsur bahasa sendiri.

Namun, mereka juga bisa mengambil istilah dari bahasa masyarakat yang memperkenalkan benda atau konsep tersebut.

Karena itu, perubahan bahasa sering kali berjalan beriringan dengan perubahan kehidupan manusia.

Ketika teknologi baru muncul, kosakata baru ikut berkembang.

Ketika budaya baru masuk, beberapa istilah baru dapat digunakan.

Ketika masyarakat berpindah, bahasa mereka ikut berpindah.

Bahasa dengan demikian tidak hanya menceritakan bagaimana manusia berbicara, tetapi juga sedikit banyak menceritakan bagaimana manusia hidup.

Lalu Mengapa Tidak Semua Manusia Menggunakan Satu Bahasa Saja?

Pertanyaan ini sebenarnya cukup masuk akal.

Jika manusia mempunyai asal-usul yang sangat jauh di masa lalu, mengapa sekarang ada ribuan bahasa?

Salah satu jawabannya adalah karena manusia tersebar ke berbagai wilayah dalam waktu yang sangat panjang.

Kelompok manusia yang hidup berjauhan mengalami sejarah yang berbeda.

Mereka menghadapi lingkungan berbeda, berinteraksi dengan kelompok berbeda, dan mengembangkan kebiasaan sosial yang berbeda.

Bahasa mereka pun ikut berubah.

Tidak ada satu faktor tunggal yang menjelaskan seluruh keragaman bahasa.

Migrasi, pemisahan geografis, perubahan sosial, kontak antarmasyarakat, perdagangan, penaklukan, dan perubahan budaya semuanya dapat berperan.

Itulah sebabnya peta bahasa dunia sangat kompleks.

Batas bahasa juga tidak selalu sama dengan batas negara.

Satu negara dapat memiliki banyak bahasa, sementara satu bahasa dapat digunakan oleh masyarakat yang tinggal di beberapa negara.

Indonesia sendiri merupakan contoh yang sangat jelas. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa nasional, tetapi masyarakat di berbagai daerah juga menggunakan bahasa daerah masing-masing.

Apakah Bahasa Menentukan Cara Kita Melihat Dunia?

Ada perdebatan panjang mengenai seberapa besar bahasa memengaruhi cara manusia berpikir.

Yang jelas, bahasa memberikan berbagai kategori dan istilah yang membantu manusia menjelaskan pengalaman mereka.

Bahasa dapat memiliki banyak kata untuk hal-hal yang dianggap penting dalam kehidupan masyarakat tertentu.

Namun, bukan berarti orang yang berbicara bahasa berbeda hidup dalam dunia yang sepenuhnya berbeda.

Manusia dari berbagai bahasa tetap dapat memahami konsep dasar seperti makanan, air, keluarga, rasa sakit, cuaca, tempat, waktu, dan berbagai pengalaman lainnya.

Mereka hanya menggunakan sistem simbol yang berbeda untuk mengomunikasikan pengalaman tersebut.

Ini menjelaskan bagaimana manusia dari bahasa yang berbeda tetap dapat menerjemahkan dan memahami satu sama lain.

Bagaimana Anak Kecil Tahu Nama Sebuah Benda?

Ada satu hal sederhana yang sebenarnya memperlihatkan bagaimana bahasa diwariskan.

Seorang anak kecil tidak dilahirkan dengan mengetahui bahwa sebuah benda disebut “kursi”.

Ia belajar dari lingkungan.

Orang tua menunjuk sebuah benda dan mengucapkan kata tertentu.

Anak mendengar kata tersebut berulang kali dan akhirnya menghubungkan bunyi dengan benda atau konsep yang dimaksud.

Proses serupa terjadi pada ribuan kata lainnya.

Kemudian anak tersebut tumbuh dan menggunakan kata-kata itu kepada generasi berikutnya.

Dengan cara seperti inilah bahasa dapat diwariskan.

Tetapi setiap generasi juga bisa membawa perubahan kecil.

Jika perubahan tersebut menyebar dan bertahan, bahasa perlahan berubah.

Jadi, Siapa yang Menentukan Nama Sebuah Benda?

Tidak ada satu orang yang menentukan semua nama benda dalam sebuah bahasa.

Nama dan penggunaan kata biasanya terbentuk melalui proses sosial yang panjang.

Masyarakat menggunakan sebuah bentuk kata, orang lain menirukannya, kemudian kata tersebut diwariskan.

Dalam perjalanan waktu, pengucapan dapat berubah, makna dapat bergeser, dan kata tersebut dapat memperoleh penggunaan baru.

Bahkan satu kata dapat mempunyai arti berbeda dalam konteks berbeda.

Karena itu, bahasa lebih tepat dipahami sebagai sesuatu yang hidup dan berkembang daripada sebagai daftar nama benda yang dibuat sekali lalu tidak berubah.

Mengapa Kita Bisa Memahami Kata yang Tidak Persis Sama?

Bahasa juga mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk menyesuaikan diri.

Misalnya, seseorang bisa mengatakan “ponsel”, orang lain mengatakan “HP”, sementara yang lain menggunakan “handphone”.

Benda yang dimaksud bisa sama.

Masyarakat dapat memiliki beberapa istilah untuk satu konsep karena pengaruh generasi, kebiasaan, daerah, media, dan sejarah.

Hal seperti ini menunjukkan bahwa bahasa tidak selalu mempunyai satu bentuk mutlak.

Selama penutur memahami maksudnya, variasi dapat terus hidup berdampingan.

Bahasa Akan Terus Berubah

Bahasa yang kita gunakan hari ini juga bukan bentuk akhirnya.

Beberapa kata yang sekarang sangat populer mungkin akan jarang digunakan pada masa depan.

Sebaliknya, kata yang saat ini terasa asing bisa menjadi kata umum beberapa puluh tahun mendatang.

Internet dan media sosial bahkan membuat perubahan bahasa berlangsung lebih cepat.

Kata baru dapat menyebar ke jutaan orang hanya dalam waktu singkat.

Istilah dari satu negara dapat dikenal masyarakat di negara lain.

Ungkapan yang awalnya hanya digunakan kelompok tertentu dapat masuk ke percakapan sehari-hari.

Namun, mekanismenya tetap memiliki kesamaan dengan masa lalu: manusia menggunakan bahasa, saling meniru, memodifikasi, dan mewariskannya.

Pada Akhirnya, Bahasa Adalah Cerita tentang Manusia

Jadi, mengapa benda yang sama mempunyai nama berbeda?

Karena bahasa merupakan sistem simbol yang berkembang dalam komunitas manusia. Setiap masyarakat mempunyai sejarah, pengalaman, interaksi, dan perubahan sendiri.

Sebuah benda tidak membawa nama tertentu sejak awal. Manusialah yang memberi simbol untuk merujuk kepadanya, kemudian simbol itu digunakan, diwariskan, dan berubah seiring perjalanan waktu.

Ketika kelompok manusia berpindah dan terpisah, bahasa mereka dapat berkembang ke arah yang berbeda. Ketika kelompok yang berbeda bertemu, bahasa mereka dapat saling memengaruhi.

Proses tersebut berlangsung selama ribuan tahun.

Itulah sebabnya sebuah kata sederhana seperti “air” sebenarnya menyimpan cerita yang jauh lebih panjang daripada yang terlihat.

Di balik satu kata terdapat kebiasaan manusia, hubungan sosial, perpindahan penduduk, perubahan bunyi, pertemuan budaya, bahkan sejarah panjang suatu masyarakat.

Jadi, ketika seseorang mengatakan “air”, sementara orang lain mengatakan “water”, “mizu”, atau “shuǐ”, mereka sebenarnya sedang melakukan hal yang sama: menggunakan simbol bahasa yang diwariskan oleh masyarakatnya untuk menunjuk pada konsep yang sama.

Bendanya satu.

Manusianya sama-sama memahami.

Tetapi perjalanan sejarah yang berbeda membuat nama yang digunakan menjadi berbeda.

Dan mungkin justru di situlah salah satu hal paling menarik dari bahasa: setiap kata yang kita ucapkan hari ini merupakan bagian kecil dari perjalanan manusia yang sudah berlangsung sangat lama.

  • Penulis: REZA.Y

Rekomendasi

  • Pria Pencari Rongsokan Dilaporkan Tenggelam di Banjir Kanal Padang

    Pria Pencari Rongsokan Dilaporkan Tenggelam di Banjir Kanal Padang

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Editor
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Zonakini.com– Seorang pria bernama Fajar Saputra (25) dilaporkan tenggelam di aliran banjir kanal di Jalan Banjir Kanal, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Jumat (1/5/2026) pagi. Peristiwa terjadi sekitar pukul 08.15 WIB saat korban diduga mencari barang rongsokan di sekitar jembatan Tamsis. Korban diduga terpeleset di area bendungan hingga terseret arus. Korban diketahui merupakan […]

  • Literasi Digital Jadi Kunci Bertahan di Era AI, Ini Keterampilan yang Perlu Dimiliki

    Literasi Digital Jadi Kunci Bertahan di Era AI, Ini Keterampilan yang Perlu Dimiliki

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle REZA.Y
    • visibility 58
    • 0Komentar

    ZONAKINI.COM – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mengubah cara manusia bekerja, belajar, hingga berkomunikasi. Berbagai tugas yang sebelumnya membutuhkan waktu berjam-jam kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit dengan bantuan teknologi. Meski demikian, kemajuan AI bukan berarti manusia akan tergantikan sepenuhnya. Justru di tengah perubahan yang berlangsung cepat, kemampuan literasi digital menjadi salah satu keterampilan […]

  • Pencari Rongsokan Hanyut di Banjir Kanal Tamsis, Ditemukan Meninggal Dunia

    Pencari Rongsokan Hanyut di Banjir Kanal Tamsis, Ditemukan Meninggal Dunia

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Editor
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Zonakini.com– Seorang pria bernama Fajar Saputra (25) yang dilaporkan tenggelam di aliran banjir kanal di Jalan Banjir Kanal, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Jumat (1/5/2026). Korban ditemukan setelah proses pencarian yang berlangsung sekitar tiga jam oleh tim SAR gabungan. Jasad korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal […]

  • Dua Petinju Luki Boxing Camp Siap Tampil di Kejurda Pertina Sumbar 2026

    Dua Petinju Luki Boxing Camp Siap Tampil di Kejurda Pertina Sumbar 2026

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Editor
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Zonakini.com– Dua petinju Luki Boxing Camp Padang, Abdul Razak dan Rahmad, siap berlaga pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pertina Sumatera Barat 2026 yang digelar di Padang, 1–4 Mei. Abdul Razak akan turun di kelas 57 kilogram, sementara Rahmad di kelas 63 kilogram. Pembina Luki Boxing Camp, Syafrizal Tojok, mengatakan keduanya telah menjalani latihan intensif dan siap […]

  • Mengatasi Windows Error dan Sering Restart Sendiri

    Cara Mengatasi Windows Error dan Sering Restart Sendiri, Ini Penyebab dan Solusi Lengkapnya

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle REZA.Y
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Zonakini.com – Masalah komputer atau laptop yang mengalami error hingga sering restart sendiri menjadi keluhan yang cukup umum di kalangan pengguna Windows. Kondisi ini tentu sangat mengganggu, terutama saat sedang bekerja, belajar, atau mengerjakan tugas penting. Restart secara tiba-tiba bisa disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari sisi perangkat lunak (software) maupun perangkat keras (hardware). Oleh karena […]

  • Xiaomi Percepat Langkah di Industri Mobil Listrik, Bidik Pasar Global

    Xiaomi Percepat Langkah di Industri Mobil Listrik, Bidik Pasar Global

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle REZA.Y
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Zonakini – Perusahaan teknologi asal China, Xiaomi, semakin menunjukkan keseriusannya dalam memasuki industri kendaraan listrik. Tidak hanya fokus pada pengembangan produk, perusahaan ini juga mulai memperluas jangkauan riset dan inovasinya hingga ke luar negeri. Dalam beberapa waktu terakhir, Xiaomi aktif tampil di berbagai ajang otomotif internasional sebagai bagian dari strategi memperkuat posisinya di sektor electric […]

expand_less