Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mega Proyek Sabo Dam Marapi Rp249,87 Miliar Dibayangi Polemik Tanah Ulayat

Mega Proyek Sabo Dam Marapi Rp249,87 Miliar Dibayangi Polemik Tanah Ulayat

  • account_circle REZA.Y
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • print Cetak

Zonakini.com – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum mulai menjalankan proyek besar pengendalian lahar dingin dan galodo Gunung Marapi di Sumatera Barat.

Program tersebut mendapat alokasi anggaran mencapai Rp249,87 miliar untuk pembangunan delapan unit Sabo Dam serta satu paket river training works di wilayah Kabupaten Tanah Datar dan Agam.

Proyek yang menggunakan skema Multi Years Contract (MYC) itu ditargetkan selesai pada akhir 2027. Infrastruktur tersebut dirancang untuk menahan sekitar 440 ribu meter kubik sedimen vulkanik guna mengurangi risiko bencana di kawasan permukiman dan lahan pertanian masyarakat sekitar lereng Gunung Marapi.

Tiga perusahaan BUMN Karya dilibatkan dalam pengerjaan proyek tersebut, yakni PT Waskita Karya, PT Wijaya Karya, dan PT Brantas Abipraya.

Meski pembangunan digadang-gadang menjadi solusi mitigasi bencana, sejumlah persoalan mulai muncul di lapangan. Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain sengketa tanah ulayat, kebutuhan material tambang, hingga persoalan tata ruang di kawasan hilir.

Persoalan Tanah Ulayat Berpotensi Hambat Proyek

Di sejumlah titik pembangunan, proses pembebasan lahan disebut masih menghadapi kendala status kepemilikan tanah adat.

Penelusuran di kawasan Nagari Sungai Jambu, Kabupaten Tanah Datar, serta beberapa lokasi di Kabupaten Agam menunjukkan sebagian lahan yang dibutuhkan untuk tapak bendung maupun akses alat berat masih berstatus tanah ulayat kaum.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri karena proyek pemerintah membutuhkan kepastian administrasi dan legalitas formal, sementara masyarakat adat Minangkabau menganut sistem kepemilikan komunal berdasarkan hukum adat.

“Proyek pemerintah membutuhkan legalitas administrasi yang jelas, sementara tanah di sini adalah tanah kaum yang diwariskan secara adat,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya.

Situasi dinilai dapat semakin rumit apabila proses komunikasi dengan niniak mamak tidak menemukan titik temu. Jika pendekatan sosial dan musyawarah tidak berjalan maksimal, proyek berpotensi mengalami keterlambatan.

Kebutuhan Material Besar, Risiko Tambang Ilegal Mengintai

Selain persoalan lahan, kebutuhan material konstruksi dalam jumlah besar juga menjadi perhatian. Pembangunan Sabo Dam membutuhkan pasokan batu pecah, pasir, dan kerikil dalam volume sangat besar.

Di sisi lain, kapasitas produksi kuari legal di wilayah Tanah Datar, Agam, dan Solok disebut terbatas untuk memenuhi kebutuhan proyek berskala besar tersebut.

Padahal, kontraktor diwajibkan menggunakan material dari lokasi tambang yang memiliki izin resmi atau Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Kondisi itu memunculkan kekhawatiran terhadap potensi penggunaan material dari tambang ilegal atau semi legal demi mengejar target pembangunan.

Jika hanya mengandalkan pasokan legal dengan kapasitas terbatas, progres proyek dikhawatirkan berjalan lambat. Namun jika material berasal dari sumber tidak berizin, maka risiko pelanggaran aturan pertambangan menjadi ancaman serius.

Karena itu, pengawasan rantai pasok material proyek dinilai perlu dilakukan secara ketat sejak awal, termasuk melibatkan aparat penegak hukum dan lembaga pengawasan.

Pengusaha Lokal Soroti Pola Kemitraan

Proyek pengendali lahar dingin Gunung Marapi ini juga mendapat dukungan sejumlah anggota DPR RI asal Sumbar, termasuk Andre Rosiade dan Zigo Rolanda.

Salah satu harapan yang sempat disampaikan ialah keterlibatan pelaku usaha lokal agar proyek nasional tersebut turut menggerakkan perekonomian daerah.

Namun sejumlah kontraktor daerah mulai mempertanyakan pola kerja sama yang diterapkan di lapangan. Beberapa pelaku usaha mengaku hanya dilibatkan dalam pekerjaan kecil dan non-strategis dengan nilai keuntungan terbatas.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa pelaku usaha lokal belum mendapat peran signifikan dalam proyek bernilai ratusan miliar rupiah itu.

Penanganan Hulu Dinilai Belum Menjawab Persoalan Hilir

Di sisi lain, persoalan mitigasi bencana di wilayah hilir juga masih menjadi sorotan. Kawasan rawan banjir di Kota Padang seperti Jondul Rawang disebut masih menghadapi masalah drainase dan lemahnya pengawasan tata ruang.

Beberapa saluran primer dilaporkan mengalami penyempitan akibat bangunan liar dan deretan ruko yang berdiri di sekitar drainase. Selain itu, sejumlah kawasan rawa yang sebelumnya menjadi daerah resapan air kini telah berubah menjadi permukiman dan bangunan permanen.

Pertemuan Kepala BWS Sumatera V, Naryo Widodo dengan Wali Kota Padang Fadly Amran pada April 2026 lalu dinilai perlu ditindaklanjuti dengan langkah konkret.

Sejumlah pihak menilai pembangunan Sabo Dam di kawasan hulu tidak akan cukup mengatasi banjir apabila persoalan tata ruang dan drainase di wilayah hilir tidak dibenahi secara serius.

Transparansi Dinilai Sangat Penting

Proyek pengendali lahar dingin Gunung Marapi dengan nilai hampir Rp250 miliar tersebut kini menjadi perhatian publik.

Selain diharapkan mampu melindungi masyarakat dari ancaman galodo dan lahar dingin, proyek ini juga dinilai rawan memunculkan konflik sosial, persoalan hukum, hingga polemik tata kelola apabila tidak diawasi secara transparan.

Masyarakat dinilai tidak hanya membutuhkan infrastruktur pengendali banjir yang kuat, tetapi juga kepastian mengenai transparansi penggunaan anggaran, penghormatan terhadap tanah adat, keterlibatan pengusaha lokal, serta penegakan aturan tata ruang secara konsisten. (*)

  • Penulis: REZA.Y

Rekomendasi

  • Pemulihan Pascabencana, Kodim 0312/Padang Tanam Ribuan Pohon di Batu Busuk

    Pemulihan Pascabencana, Kodim 0312/Padang Tanam Ribuan Pohon di Batu Busuk

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Editor
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Zonakini.com- Komando Distrik Militer (Kodim) 0312/Padang menggelar aksi penghijauan dengan menanam pohon di kawasan aliran Sungai Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Padang, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini merupakan langkah pemulihan lingkungan pascabencana yang terjadi pada November lalu. Aksi penghijauan tersebut dipimpin langsung oleh Dandim 0312/Padang, Ferry Adianto, dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, […]

  • HP Sudah 5G tapi Sinyal Tetap 4G? Ini Penyebab yang Perlu Dicek

    HP Sudah 5G tapi Sinyal Tetap 4G? Ini Penyebab yang Perlu Dicek

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle REZA.Y
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Zonakini.com – Memiliki smartphone yang sudah mendukung jaringan 5G tidak otomatis membuat koneksi seluler selalu berada di jaringan 5G. Pada kondisi tertentu, pengguna Telkomsel tetap bisa melihat indikator 4G meskipun perangkat yang digunakan sudah mendukung teknologi generasi terbaru tersebut. Situasi ini sebenarnya cukup umum dan tidak selalu menunjukkan adanya kerusakan pada smartphone. Ada beberapa persyaratan yang […]

  • Korban Longboat Terbalik di Mentawai Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Dua Hari Pencarian

    Korban Longboat Terbalik di Mentawai Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Dua Hari Pencarian

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Abdi Kallon
    • visibility 96
    • 0Komentar

    MENTAWAI, ZONAKINI.COM – Tim gabungan berhasil menemukan korban yang hilang akibat kecelakaan longboat terbalik di perairan Sagalubeg, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada Selasa (9/6/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dua hari pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Mentawai, TNI, Polri, serta nelayan setempat. Kepala Kantor Pencarian dan […]

  • Pelaku Pencurian Sepeda di Padang Ditangkap Saat Hendak Transaksi via Medsos

    Pelaku Pencurian Sepeda di Padang Ditangkap Saat Hendak Transaksi via Medsos

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Editor
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Zonakini.com– Aksi pencurian sepeda yang dilakukan seorang pria di Kota Padang berakhir dengan penangkapan oleh jajaran kepolisian. Pelaku diringkus saat hendak melakukan transaksi penjualan sepeda hasil curian melalui media sosial. Kasat Reskrim Polresta Padang, Muhammad Yasin, mengungkapkan bahwa pelaku berinisial MN (28) diamankan pada Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB di kawasan Siteba, Kecamatan Nanggalo. […]

  • Kandang Sapi di Kuranji Padang Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp80 Juta

    Kandang Sapi di Kuranji Padang Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp80 Juta

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Editor
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Zonakini.com- Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang melaporkan peristiwa kebakaran yang menghanguskan satu unit kandang sapi di kawasan Simpang Koto Tingga Dalam, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Sabtu (25/4/2026) pagi. Kebakaran tersebut pertama kali dilaporkan warga pada pukul 08.46 WIB. Tak lama berselang, petugas langsung bergerak ke lokasi pada pukul 08.47 WIB dan tiba di tempat […]

  • Kebakaran Hanguskan Rumah dan Depot Air Minum di Padang, Kerugian Ditaksir Rp800 Juta

    Kebakaran Hanguskan Rumah dan Depot Air Minum di Padang, Kerugian Ditaksir Rp800 Juta

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Abdi Kallon
    • visibility 83
    • 0Komentar

    ZONAKINI.COM – Kebakaran menghanguskan sebuah rumah yang juga digunakan sebagai depot air minum dan warung di Komplek Vila Raya Indah Blok C2, RT 002/RW 011, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Selasa (9/6/2026) siang. Peristiwa tersebut memicu kepanikan warga sekitar karena lokasi kejadian berada di kawasan permukiman yang cukup padat. Api dengan […]

expand_less