Ahok Sebut Pengadaan Chromebook Masuk Akal, Dinilai Bisa Tingkatkan Kualitas Pendidikan Nasional
- account_circle REZA.Y
- calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
- print Cetak

Zonakini.com – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menilai kebijakan pengadaan Chromebook untuk dunia pendidikan merupakan langkah yang logis dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Dalam pernyataannya, Ahok bahkan menyebut jika dirinya berada di posisi Menteri Pendidikan, ia juga akan memilih Chromebook sebagai perangkat penunjang pembelajaran.
Menurut Ahok, Chromebook memiliki sejumlah keunggulan dibanding laptop konvensional. Perangkat tersebut menggunakan sistem operasi berbasis cloud sehingga pengguna tidak perlu terus-menerus melakukan pembaruan seperti laptop biasa.
Selain itu, harga Chromebook dinilai lebih terjangkau dan memiliki sistem keamanan yang lebih ketat untuk pelajar. Ia menyebut perangkat itu dirancang agar siswa tidak mudah mengakses konten negatif seperti pornografi maupun judi online. Aktivitas belajar siswa juga dapat dipantau dengan lebih mudah.
Dinilai Bisa Membuka Akses Pendidikan Global
Ahok kemudian mencontohkan seorang guru di Jawa Barat yang disebut memiliki empat sertifikasi internasional dan mampu mengajar dengan standar global. Menurutnya, biaya untuk mengikuti ujian sertifikasi tersebut relatif murah, sekitar 10 dolar AS.
Ia berpendapat, jika guru-guru di Indonesia memiliki akses teknologi dan internet yang memadai, kualitas pendidikan nasional dapat meningkat pesat, termasuk di daerah terpencil.
Ahok juga menyinggung penggunaan jaringan internet satelit seperti Starlink yang dinilai mampu membantu pemerataan akses pendidikan hingga ke pelosok.
“Bayangkan kalau anak-anak di kampung juga punya akses internet seperti itu. Mereka bisa belajar dengan standar yang sama seperti pelajar di Kanada, Amerika, atau Australia,” ujar Ahok.
Menurutnya, hal tersebut bukan lagi sekadar angan-angan karena teknologi pendukungnya saat ini sudah tersedia.
Soroti Pentingnya Pendidikan dan Akses Informasi
Dalam pandangannya, masyarakat yang memiliki akses pendidikan dan informasi luas akan menjadi lebih kritis serta sulit dipengaruhi.
Ahok menilai rakyat yang cerdas akan lebih sulit dimanipulasi oleh informasi palsu maupun kepentingan politik tertentu.
Ia juga mengkritik pola pembangunan yang dianggap lebih berorientasi pada bantuan jangka pendek dibanding investasi pendidikan jangka panjang.
Salah satu yang disinggung Ahok ialah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program bantuan konsumtif memang memberi manfaat sesaat, namun tidak selalu berdampak besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.
“Kalau harus memilih, apakah membangun sekolah yang baik, memberi makan gratis, atau menyediakan laptop yang bisa membuka akses pengetahuan dunia, tentu itu menjadi pilihan penting untuk masa depan bangsa,” katanya.
Singgung Polemik Kasus Pengadaan Chromebook
Ahok juga menyoroti polemik hukum yang menyeret nama mantan Mendikbud Nadiem Makarim terkait proyek pengadaan Chromebook.
Ia menegaskan bahwa seorang menteri pada dasarnya bertugas membuat kebijakan, sementara pelaksanaan teknis dan pengelolaan anggaran dilakukan oleh jajaran birokrasi di bawahnya.
Menurut Ahok, sebuah kasus seharusnya dibuktikan melalui ada atau tidaknya perintah penyimpangan maupun aliran dana yang diterima pejabat terkait.
“Ini soal profesionalisme. Menteri tidak langsung mengelola anggaran, kecuali memang ada perintah atau aliran uang yang terbukti,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Ahok menekankan bahwa perdebatan mengenai Chromebook bukan hanya soal perangkat teknologi, melainkan menyangkut arah pembangunan bangsa ke depan.
Menurutnya, akses pendidikan dan teknologi dapat menjadi jalan bagi masyarakat untuk lebih mandiri, cerdas, dan memiliki kesempatan yang setara dengan negara maju. (*)
- Penulis: REZA.Y
