Air PDAM Padang Masih Keruh, Warga Pilih Air Galon untuk Memasak
- account_circle REZA.Y
- calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
- print Cetak

ZONAKINI.COM – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang memastikan air yang masih tampak keruh di sejumlah wilayah pelayanannya tetap aman digunakan oleh pelanggan. Meski kondisi air belum sepenuhnya jernih, proses pengolahan disebut telah dilakukan sesuai standar kualitas yang ditetapkan pemerintah.
Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa seluruh tahapan pengolahan air tetap mengacu pada ketentuan dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), sehingga masyarakat tidak perlu khawatir menggunakan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
“Meski kondisi air di beberapa wilayah masih terlihat keruh, proses produksinya tetap mengikuti standar yang telah ditetapkan dalam Permenkes sehingga air tersebut aman untuk digunakan,” kata Adhie Zein, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, kondisi air yang belum kembali jernih dipengaruhi belum optimalnya kapasitas produksi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun. Fasilitas tersebut sebelumnya mengalami dampak akibat bencana yang terjadi pada penghujung tahun 2025 sehingga hingga kini proses pemulihannya masih berlangsung.
Selain itu, kualitas air baku yang berasal dari Sungai Batang Kuranji juga mengalami perubahan. Kandungan lumpur yang lebih tinggi dibandingkan sebelum bencana membuat proses pengolahan membutuhkan penanganan lebih intensif.
“Kondisi air baku saat ini memang mengandung lumpur lebih banyak sehingga proses pengolahan menjadi lebih berat dibandingkan sebelumnya,” jelasnya.
Sebelumnya, sejumlah pelanggan menyampaikan keluhan terkait kualitas air yang diterima di rumah mereka. Salah satunya datang dari Febi (30), Warga Jati, Padang Timur yang mengaku air PDAM yang mengalir ke rumahnya hampir setiap hari tampak keruh dan mengandung lumpur.
Ia mengatakan, setelah air ditampung di ember atau bak penampungan dan didiamkan semalaman, endapan lumpur terlihat mengumpul di bagian dasar.
“Kalau dibiarkan semalaman, lumpurnya akan mengendap. Karena itu saya harus membersihkan bak penampungan sedikitnya seminggu sekali karena banyak tanah yang mengendap,” tuturnya.
Tidak hanya mengeluhkan kualitas air, Febi juga mengaku distribusi air kerap terhenti pada siang hari. Menurutnya, aliran air biasanya kembali lancar pada malam hari, namun kondisinya masih tetap keruh.
Karena khawatir terhadap kualitas air untuk konsumsi, ia memilih menggunakan air galon untuk memasak. Sementara air PDAM hanya dimanfaatkan untuk mencuci peralatan rumah tangga seperti piring dan perlengkapan dapur lainnya.
“Untuk memasak saya lebih memilih memakai air galon. Air PDAM biasanya hanya saya gunakan untuk mandi dan mencuci piring,” ujarnya.
Pihak Perumda Air Minum Kota Padang menyatakan terus berupaya memulihkan kapasitas produksi serta meningkatkan kualitas pengolahan air agar distribusi kepada pelanggan dapat kembali normal dan lebih jernih.
(red)
- Penulis: REZA.Y
